Denpost

Memanas, Pencalegan di PDIP Jembrana. Sugiasa : Belum Final

Negara, DenPost
Proses pencalegan di PDI Perjuangan, Jembrana, mulai memanas. Bahkan sejumlah kader militan PDIP Jembrana mengaku sangat kecewa dengan adanya penyusunan daftar calon sementara (DCS) calon legislatif tahun 2014. Terlebih sejumlah kader militan, namanya dicoret dari daftar caleg. Proses penyusunan DCS  dinilai sejumlah kader melanggar instruksi induk partai PDIP. Bahkan kini beredar surat terkait pelanggaran dan pembangkangan terhadap instruksi dan keputusan partai di PDIP Jembrana.

Dari informasi, Selasa (2/4) kemarin, kekecewaan  muncul karena diabaikannya pedoman berkaitan proses penjaringan, penyaringan, dan penetapan DCS anggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD Kabupaten yang tertuang dalam SK DPP PDIP Nomor 061/TAP/DPP/III/2013.
Dalam instruksi, Tim Inventaris DCS diminta menampung 3 kali atau sebanyak 300 persen jumlah kursi pada masing-masing tingkatannya. Apalagi dengan turut memperhatikan kuota perempuan yang diambil dari daftar caleg 2009, struktur partai, senior kader partai, dan anggota fraksi periode 2009-2014. ”Tapi kenyataannya hanya ada Tim 5 PDIP Jembrana yang dibentuk, dengan langsung menetapkan sebanyak 100 persen DCS  jumlah kursi DPRD Jembrana maupun DPRD Provinsi Bali, berdasar intruksi DPP PDIP Nomor 1832/IN/DPP/III/2012,” jelas seorang sumber.

Dikatakan, seharusnya keputusan untuk 100 persen tersebut haruslah melalui Rapat Pleno DPC. ‘’Sedangkan kenyataannya ini tidak ada rapat. Tim 5 kita hanya menetukan sendiri, jadi kami sudah laporkan ke DPD Bali, sehingga ditanggapi,” jelasnya. Dengan tidak dilaksanakannya rapat DPC PDIP Jembrana, maka keputusan dari Tim 5 DPC PDIP Jembrana, dianggap tidak sah.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Jembrana, I Ketut Sugiasa, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak ada melakukan pembangkangan tersebut. Tudingan itu, menurutnya, perlu dipertanyakan.  Seluruh mekanisme dalam penentuan DCS sudah sesuai instruksi DPP PDIP. “Tidak ada masalah pembentukan ini, kecuali Tim Verifikasi DCS. Tim juga sudah di SK- kan, bahwa saya yang memimpin Tim Verifikasi. Dalam bekerja saya juga libatkan teman-teman tidak ada keputusan orang perorang. Tugas kita hanya verifikasi dari administrsi maupun bobot yang dimiliki,” jelasnya.

Sugiasa mengatakan, dari banyaknya pendaftar legislatif di PDIP Jembrana, awalnya sempat diajukan 150 persen jumlah kuota. Baik di tingkat DPRD Jembrana dan DPRD Bali. Namun mengingat adanya pendaftaran DCS menuju KPU dimaksimalkan 100 persen, jumlah tersebut diciutkan kembali.
Ditegaskannya, masalah caleg dari PDIP Jembrana, belum sepenuhnya final. Apa yang telah diajukan masih perlu diverifikasi kembali melalui tingkat DPD PDIP Bali. “Sebenarnya peraturan KPU yang harus 30 persen ini susah. Jadi kami agak kesulitan. Tapi kan kembali ini belum final, masih ada kewenangan DPD,’’ jelasnya.(120)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (pande)
Kenapa harus bagi bagi kuetar...kaya tikus tikus kantor...
Guest (wayan sudharya)
Kala suka meremehkan masyarakat begitulah konsekuensi-logisnya Dan terimalah ITU sekarang!!!
Guest (Xavier Clapin-Pépin)
Dear AREBI Bali Dilantik, I would like to know if the training is giving in english too ? Thank yo...
Guest (Lodra)
Kumuh dimana2 semua karean pendatang yg tidak terkontrol. Sementara bupati tabanan dapat prestasi bi...
Guest (wayan sudharya)
Kalau untuk hal-hal yang tidal prinsipil Dan signifikant sebaiknya jangan dipersoalkan karena ITU ha...
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS