Denpost

Objek Wisata Gianyar Timur: Wisatawan Dapat Menikmati Semua Rumah Adat di Taman Nusa

Objek Wisata Gianyar Timur Wisatawan Dapat Menikmati Semua Rumah Adat di Taman NusaGianyar, DenPost
Kabupaten Gianyar selain terkenal dengan seni dan budayanya, namun juga tempat-tempat wisatanya.Kini untuk wilayah timur tepatnya di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Gianyar kini dibangun tempat wisata lain dari pada yang lain. Di Taman Nusa yang menggunakan lahan seluar 15 hekter, wisatawan atau masyarakat akan menikmati bentuk bangunan (miniatur) rumah adat yang ada diseluruh Indonesia. Sedikitnya, ada sekitar 60 buah miniatur rumah adat dari 33 provinsi yang ada diseluruh Indonesia.

Hal itu dikatakan General Manager Taman Nusa, R.A. Nugroho,disela-sela pertemuan Raja-raja seluruh Nusantara di Taman Nusa, Banjar Blahpane, Desa Sidan, Gianyar, Minggu (17/3) kemarin.

Dikatakan, pembangunan miniatur rumah adat seluuruh Indonesia di Taman Nusa hampir Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Namun di Bali memiliki Taman Nusa, yang dibangun di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Gianyar dengan luas laha 15 hektar.

Dikatakan, di Taman Nusa dibangun rumah adat asli dari provinsi yang ada di Nusantara kedalam satu lokasi. Bedanya, lantaran keterbatasan lahan miniatur rumah adat yang bisa diboyong sekitar 60 buah dari 33 provinsi di Indonesia. “Karena keterbatasan lahan yang kami, hanya 60 miniatur rumah adat dari 33 provinsi yang bisa dibangun di Taman Nusa,”GM Taman Nusa, R.A. Nugroho.

Kini pembangunan miniatur rumah adat yang ada diseluruh Indonesia sudah hampir rampung dibangun. Untuk itu, menurut rencana pembukaan tempat wisata ini dalam waktu dekat akan dibuka untuk umum.

Selain rumah adat, di lokasi tersebut, juga akan terdapat museum batik, juga museum wayang.Selain itu akan dibangun auditorium yang bisa dipergunakan untuk pertujukkan seni tari dari berbagai daerah.

R.A. Nugroho mengaku pihaknya komit untuk mengembangkan seni dan budaya, bukan saja budaya Bali, namun semua seni dan budaya yang ada di Indonesia.

Taman Nusa yang ada di Banjar Blahpane, Desa Sidan ini memberikan arti tersendiri bagi pengunjung. Pengunjung baru masuk Taman Nusa sudah disuguhi dengan pemandangan alam sawah dan sungai yang masih asri. Diwilayah timur (Banjarangkan Klungkung) masih nampak sawah tanp ada satu rumahpun. Hal ini memberikan keasrian tersendiri bagi Taman Nusa.

Juga Gelar Pertemuan Raja Nusantara
Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menggelar Musyawarah Agung II di Taman Nusa, Desa Sidan, Giantar. Musyawarah dihadiri ratusan raja dan keluarga raja se nusantara ini melahirkan Piagam Taman Nusa.Piagam tersebut berisikan lima sumpah “aku bersumpah demi negeri ini” negera kesatuan RI.

Hadir pada acara tersebut, Katua Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Ida Tjokorda Denpasar IX yakni Ida Tjokorda Samirana dan Sekretaris Kahrul Zaman SH MH.

Kahrul yang Raja Kesultanan Dompu menyatakan, musyawarah agung ini bertujuan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia tanpa melupakan proses terbentuknya negara kesatuan RI.

Dikatakan, Forum kesultanan ini juga untuk menjaga budaya luhur bangsa khsusunya yang diwariskan oleh para raja pada zaman dulu. Pihaknya memilih Taman Nusa sebagai tempat musyawarah agung ini karena lokasinya mengembangkan rumah-rumah adat yang dikombinasikan menjadi kawasan wisata di Bali dan Gianyar Timur.(116)

Facebook

Twitter

Komentar Terakhir

Guest (Stevanus)
Hmmmmz klq bgni critnya, polisi yg sharusnya pngayom dan plindung masyrkat mlhan sperti ini
Guest (kang badax)
Hmmmmm...... gmn nasib masa depan indonesia?
Guest (yan kancil)
Di taman ayun ada ulun siwi Kami di kerobokan di pura petitenget ada ulun tanjung... Yg adil....jang...
Guest (Alit wiartana)
Mudah2an di perhatikan. Pemerintah ! Ada proyek yang intinya tdk mencari susuk .
Guest (yankancil)
Perbedaan taman ayun dg pura petitenget seperti bumi dan langit... Kadirasae tongos ngenceh sing ade...
Denpost - Media Komunitas Masyarakat Bali © 2011 Denpost Design by Fresh CMS