Rai Mantra Tekankan Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat

By on February 14, 2018
Rai Mantra Tekankan Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat

Kesiman Petilan, DenPost
Pengembangan usaha masyarakat yang memperhatikan potensi desa
menjadi sebuah landasan dari pembentukan badan usaha milik (BUM) desa.
Denpasar sebagai daerah perkotaan satu-satunya di Bali menjadikan BUM
desa sebagai usaha pemberdayaan masyarakat yang nantiya mampu
mengarah pada terbukanya peluang dan kesempatan kerja.Hal tersebut menjadi dorongan Pemkot Denpasar melalui Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa meresmikan 11 BUM desa oleh
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di BUM Desa Sima Sari
Dana, Desa Kesiman Petilan, Senin (12/2) lalu. ’’Filosofi awal BUM desa
untuk memberikan tambahan peningkatan pendapatan desa, namun yang
lebih utama yaitu bagaimana memberdayakan perekonomian masyarakat,’’
ujar Walikota Rai Mantra.
Rai Mantra mengatakan karakteristik BUM desa di perkotaan seperti
Denpasar berbeda dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali, yang tak
terlepas dari pengelolaan yang masih dilakukan dengan sistem perbekel.
Namun hal itu dapat disesuaikan dengan karakteristik masyarakat perkotaan
yang semakin serba cepat dan praktis lewat pendekatan aplikasi berbasis
online.
Dia mencontohkan aplikasi Sistem Kesiman Kertalangu (Sikekal) yang dimiliki
Desa Kesiman Kertalangu, yang dapat diadopsi BUM desa ke depannya.
Pendekatan aplikasi ini dapat juga dilakukan dengan membuat aplikasi yang
mengelola kebutuhan pokok masyarakat yang disesuaikan dengan
lingkungan masyarakat itu sendiri. ’’Apa yang menjadi inovasi dalam
pelaksanaan program BUM desa ke depan jangan sampai mematikan usaha
masyarakat yang sudah berjalan. Program ke depan juga harus disinergikan

agar masyarakat desa dapat terus berkembang dan maju dalam
perekonomiannya,’’ ujarnya.
Rai Mantra juga mencontohkan jika masyarakat ingin berkebun dengan
menanam jagung, otomatis akan bekerjasama dengan masyarakat lainnya
untuk menanam jagung. Ini merupakan sebuah pola pemberdayaan dan
dapat memberikan kesempatan kerja serta membuka lapangan pekerjaan.
Rai Mantra mengharapkan langkah itu dapat menjadi sebuah pengelolaan
BUM desa yang sama-sama menguntungkan dari masyarakat, diuntungkan
secara hasil, pekerjaan serta desa dapat diuntungkan secara profit
perdagangannya.
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota
Denpasar, IB Alit Wiradana, mengatakan dari 27 desa yang ada di Denpasar,
baru 11 desa yang memiliki BUM desa diresmikan. Jumlah desa tersebut
meliputi Desa Pemecutan Kaja, Desa Ubung Kaja, Desa Dangin Puri Kangin,
Desa Pemogan, Desa Sanur Kauh, Desa Kesiman Kertalangu, Desa Dangin
Puri Kauh, Desa Kesiman Petilan, Desa Dauh Puri Kauh, Desa
Padangsambian Kaja, dan Desa Tegal Kertha.
’’Semoga BUM desa ini dapat memberikan sumbangan bagi peningkatan
sumber pendapatan asli desa yang memungkinkan desa mampu
melaksanakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara
optimal,’’ ujar Alit Wiradana sembari mengharapkan seluruh desa di Denpasar
mendirikan BUM desa. (a/112)

BACA  SMP PGRI 6 dan SMP PGRI 7 Gelar ‘’Workshop Review’’ K-13

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>