PPNSB Membawa Kebahagiaan

By on February 14, 2018
PPNSB Membawa Kebahagiaan

PEMERINTAH Kabupaten Badung di bawah pimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa tidak pernah berhenti bekerja dalam menyejahterakan masyarakatnya. Segala program yang diluncurkan, kata Giri Prasta, bukan berarti untuk mamanjakan masyarakat.“Tapi menyejahterakan dan membahagiakan,” katanya.Memasuki usia dua tahun kepimpinan Giri Prasta – Suiasa sejak dilantik 16 Februari 2016, lima program prioritas yang tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dapat dinikmati secara penuh oleh masyarakat Badung. Lima program prioritas tersebut meliputi: 1. bidang sandang, pangan dan papan; 2. kesehatan dan pendidikan; 3. Jaminan sosial dan ketenagakerjaan; 4. Seni, adat, agama dan budaya; dan 5. pariwisata.

 Bidang sandang, pangan dan papan, Giri Prasta – Suiasa menelorkan terobosan mewujudkan lahan pertanian abadi, menggratiskan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Juga melaksanakan program dengan melakukan peningkatan rumah sehat (bedah rumah). Tahun 2017 telah dibangun rumah sehat untuk rumah tangga sasaran (RTS) se- Badung. Peningkatan rumah sehat terbagi menjadi tiga jenis,  rehab total sebanyak 841 RTS dengan bantuan dana Rp 55 juta, peningkatan kualitas rehab sedang sebanyak 794 RTS dengan bantuan dana Rp 30 juta dan peningkatan kualitas rehab ringan sebanyak 1.190 RTS dengan bantuan dana Rp 15 juta. Bangunan rumah sehat terdiri dari, 2 kamar tidur, 1 ruang  tamu dan 1 kamar mandi/toilet.

 Bidang kesehatan dan pendidikan diluncurkan sejumlah program. Di antaranya biaya sekolah gratis tingkat SD dan SMP, pemberian laptop gratis kepada siswa SD kelas V dan VI, pemberian seragam gratis untuk siswa baru tahun ajaran 2017/2018. Bahkan Bupati sedang mengkaji memberi beasiswa kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dengan pendidikan gratis tersebut, tidak ada pungutan sepeser pun yang dibebankan kepada siswa/orangtua siswa.

BACA  RSUD Mangusada Terima Hibah Ambulance dari Jasa Raharja Bali

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah telah meluncurkan program Tri Kona yaitu lahir, hidup, mati ditanggung pemerintah, lahir juga langsung mendapatkan akte kelahiran gratis. Biaya kesehatan telah ditanggung penuh melalui program Krama Badung Sehat (KBS). Selain itu, 62 unit ambulans telah diluncurkan yang disebar di desa dan kelurahan se-Badung.

 Untuk bidang sosial dan ketenagakerjaan, pemerintah juga memberikan santunan kematian sebesar Rp 10 juta, yang diterima langsung ahli waris. Selain itu juga ada santunan penunggu pasien maksimal Rp 5 juta. Dan tak kalah pentingnya, menjembatani sertifikasi kompetensi kepada tenaga kerja sektor pariwisata.

 Sementara di bidang bidang adat, agama, dan budaya, pemerintah telah memberikan 122 mobil pecalang untuk 122 desa adat se-Badung. Penyaluran hibah hingga lebih dari Rp 500 miliar untuk pembangunan, pura, balebanjar, tempat ibadah seperti gereja dan masjid serta memberi bantuan berupa gamelan gong-balegajanjur, memberi dana motivasi untuk seka teruna dalam pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp 15 juta. Ogoh-ogoh itu akan dilombakan dengan hadiah Rp 15 juta untuk juara I, juara II Rp 12 juta dan juara II Rp 10 juta. Kemudian untuk juara harapan satu hingga tiga masing-masing Rp 5 juta.

Adapun bidang pariwisata, Bupati menyisihkan pendapatan daerah untuk enam kabupaten. Penyisihan dana Pajak Hotel dan Restoran (PHR) diberi kepada Kabupaten Bangli, Karangasem, Klungkung, Tabanan, Jembarana, dan Buleleng. Penyisihan PHR ini nilainya cukup fantastis, di APBD Induk 2017 senilai Rp 342 miliar. Dana diberi merata Rp 50 miliar dan sisanya secara proporsional. Di APBD Perubahan tahun 2017 ditambah lagi Rp 17 miliar, sehingga total yang dibagikan ke enam kabupaten mencapai Rp 359 miliar.

BACA  Imigrasi Akui Belum Maksimal Bekerja

 Program yang diluncurkan seperti bantuan hibah pembangunan tempat ibadah, pembangunan infrastruktur, juga untuk meningkatkan pariwisata Bali di Badung.Untuk tetap menggenjot kunjungan pariwisata, promosi parwisata juga gencar dilakukan. “Coca-cola masih terus dipromosikan, padahal dari kecil hingga besar anak-anak sudah tahu produk tersebut. Jadi untuk lebih dikenal, pariwisata Bali harus terus dipromosikan,” kata Giri Prasta. (dwa)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>