Petambak Garam Minim, Produksi di Bali Merosot

By on February 13, 2018
Petambak Garam Minim, Produksi di Bali Merosot

Denpasar, DenPost

Produksi  garam di Palau Dewata tahun 2017 tercatat mengalami  penurunan  18,67 persen dibandingkan  2016 lalu.   Jumlah produksi  selama tahun 2016 yang mencapai  10.790 ton menjadi  7.488 ton.  Penurunan produksi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh minimnya petani garam.“Berdasarkan  catatan kami, produksi garam selama tahun 2017 kemarin memang mengalami penurunan, nah salah satunya  yang menjadi  kendala besar  dalam hal ini adalah  minimnya  petambak garam,” ujar Kepala  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Made  Gunaja, Selasa (13/2).

Dikatakan,  minimnya  petambak garam di Bali ini  karena rata-rata usianya sudah tua. Selain itu, keengganan masyarakat menjadi petani garam  ini dikarenkan  harga  yang diterima terlalu rendah. Bahkan, garam krosok yang dihasilkan  hanya dijual Rp 500 – Rp 1.000 per kilogram. “Ini rata-rata  harga garam yang dihasilkan petani garam kita selain  harga rendah produksi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tapi saya akui di daerah  Amed, Karangasem  memang harganya jauh lebih tinggi yakni mencapai Rp 25 ribu per kilogram ini menurut informasinya karena  dilihat dari sisi rasa dan kualitasnya,” katanya.

Selain dari sisi SDM, luas  lahan untuk petambak garam pun semakin menyempit yang saat ini hanya tersisa 116 hektar di seluruh Bali. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Giri Prasta Milik Masyarakat Badung

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>