Bendesa Adat Se-Badung Gelar Paruman

By on February 13, 2018
Bendesa Adat Se-Badung Gelar Paruman

Mangupura, DenPost

Bendesa adat se-Kabupaten Badung, Selasa (13/2) menggelar Paruman Bendesa Adat di ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Paruman ini difasilitasi Kadis Kebudayaan Badung, Ida Bagus Anom Bhasma, dengan menghadirkan narasumber Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Ida Putu Wedanajati; dan  I Wayan Eka Niartha dari Kejaksaan Tinggi Bali.Ida Bagus Anom Bhasma menyampaikan, paruman bendesa adat ini berkaitan dengan adanya kegelisahan para bendesa adat menyikapi adanya pungutan yang dilakukan. Untuk itu bendesa adat ingin mendapat informasi lebih dalam, sehingga dapat menjalankan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat dengan bersih dan bebas pungli. “Kami mengundang narasumber dari aparat penegak hukum yakni Polda Bali dan Kejaksaan Tinggi Bali, sehingga dapat memberikan informasi yang tepat. Ke depan, bendesa adat dapat ngayah dengan aman dan nyaman, serta tidak sampai ada bendesa bendesa kami yang tertangkap terkena operasi tangkap tangan karena ketidaktahuan mereka,” terangnya.

Dari paruman ini, bendesa adat menginginkan adanya sebuah keputusan dari pemerintah daerah terkait dengan pungutan di desa adat. “Untuk itu kami akan konsultasikan ke Bagian Hukum, dan format apa yang kira-kira ke depan yang kita berikan kepada desa adat. Jadi, ada kepastian bagi mereka dalam bertindak dan untuk melaksanakan kegiatan di desa adat,” tambah Bhasma.

Sementara dari paparan para narasumber dijelaskan, kalau sumbangan maupun punia masih diperbolehkan sepanjang itu tidak mengandung unsur pemerasan. “Intinya tidak diperkenankan memungut dengan paksaan dan di luar kewajaran. Dalam penjelasan narasumber juga sudah jelas mana yang boleh, mana yang tidak boleh dilakukan. Jadi, bendesa adat dalam membuat perarem dengan membuat awig-awig, batasan-batasan yang sampaikan tadi dijadikan pedoman. Demikian pula mengacu pada Perda No. 3 tahun 2003 tentang Desa Pakraman,” lugasnya.

BACA  Turis Ngekos Bikin Pendapatan Merosot

Materi yang disampaikan narasumber AKBP Ida Putu Wedanajati yakni “Mewujudkan Pelayanan Publik yang Bersih dan Bebas Pungli”. Sementara narasumber I Wayan Eka Niartha menyampaikan materi “Perlakuan Anggaran Daerah Terhadap Program Pembangunan yang Direncanakan di Desa Adat”. (115)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>