KPU, Bawaslu dan Pimpinan Organisasi Keagamaan Teken Kesepakatan

By on January 23, 2018
KPU, Bawaslu dan Pimpinan Organisasi Keagamaan Teken Kesepakatan

Renon, DenPost

KPU Bali, Bawaslu Bali, dan organisasi-organisasi keagamaan meneken kesepakatan bersama, Selasa (23/1), di Kantor KPU Bali. Semua sepakat tidak menggunakan tempat ibadah masing-masing agama untuk kampanye pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang bertarung dalam Pilgub Bali 2018.Kesepakatan bersama tersebut ditandatangai Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi; Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Ketut Rudia; MUDP Provinsi Bali Bidang Parhyangan, Prof. Dr. I Wayan Suarjaya; FKUB Provinsi Bali Komisi Penelitian dan Pengembangan, Pdt. IKG Karyana Govinda; Sekretaris PHDI Bali, Putu Wirata Dwikora; Ketua MPAG Bali, Bishop Nengah Suama; MUI Bali Komisi Kerukunan, H. Eddy Faizal; Ketua MATAKIN Provinsi Bali, Js. Adinatha Lie dan Ketua PGI Wilayah Bali, Bishop Nengah Suama.

Dalam kesepakatan tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud tempat ibadah umat Hindu adalah tempat suci umat Hindu untuk memuja Hyang Widhi Wasa dalam segala Prabawa (manifestasinya) dan Atma Sidha Dewata (Roh Suci Leluhur) dari pura keluarga/kawitan, pura swagina dan pura khayangan tiga/khayangan jagat. Termasuk di dalamnya semua mandala (utama mandala, madya mandala, dan kanista mandala) yang menjadi wilayah pura dan pelaba pura yang menempel dengan pura sebagai karang kekeran.

Sementara tempat ibadah umat Muslim adalah tempat ibadah yang berupa masjid, musholla, langgar, surau, TPQ (Taman Pendidikan Alquran), pondok pesantren, termasuk fasilitas yang ada di halaman tempat-tempat tersebut di atas. Demikian pula halnya tanah wakaf yang menjadi satu dengan tempat ibadah dimaksud. Tempat ibadah umat Kristiani (Katolik dan Protestan) adalah semua fasilitas yang ada di dalam gedung dan areal gereja, rumah pendeta dan gedung serbaguna. Tempat ibadah agama Buddha, berupa Vihara, Cetiya, Pusat Meditasi dan SMB (Sekolah Minggu Buddhis). areal Vihara meliputi dharma sala, uposatta ghara, ruang serbaguna, serta halaman vihara dan tempat parkir di pelataran vihara. Serta, tempat ibadah umat Khonghucu adalah Klenteng, Bio, dan Lithang termasuk semua fasilitas yang ada di areal Klenteng, Bio, dan Lithang. (106)

BACA  Soal SK Pergantian Struktur Hanura

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>