Imigrasi Masih Tunggu Perkembangan di Kepolisian

By on January 14, 2018
Imigrasi Masih Tunggu Perkembangan di Kepolisian

Kutsel, DenPost

Penggerebekan puluhan warga negara Tiongkok yang diduga terlibat penipuan secara online mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, belum lama berselang juga terjadi penggerebekan di salah satu vila di Nusa Dua dengan dugaan kasus yang sama.Pihak imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai saat diminta tanggapannya mengaku belum mengambil langkah karena masih menunggu perkembangan penanganan oleh pihak kepolisian. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Ari Budijanto, Jumat (12/1).

Ari mengungkapkan, penanganan kasus 62 orang warga negara Tiongkok dari 68 orang yang terjaring operasi gabungan oleh Mabes Polri dan Polda Bali, Kamis (11/1) lalu masih dalam penanganan aparat kepolisian.

Dijelaskannya, jika pengembangan kasus dan pemeriksaan sudah selesai oleh aparat kepolisian, barulah pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan untuk bisa melakukan tindakan yang harus diberikan. Ari juga menyebutkan, penggerebekan yang dilakukan di empat lokasi berbeda itu juga melibatkan Imigrasi.

“Penggerebekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kemarin (dua hari lalu) merupakan hasil sinergi yang telah kami bangun. Polisi melakukan pemantauan di lapangan dan imigrasi melakukan pemantauan data keimigrasian. Kerja sama ini telah kami bangun sejak jauh hari sebelumnya. Kami saling tukar informasi dengan kepolisian,” paparnya.

Ari mengakui kalau kejahatan yang dilakukan oleh WNA memang sempat beberapa kali terjadi di wilayah kerjanya.

Salah satunya adalah yang terjadi pada 27 Juli 2017 lalu. Kala itu pihak kepolisian juga melakukan penggerebekan terhadap WNA Tiongkok di sebuah vila, di Jalan Taman Lawang, Banjar Mumbul, Bualu, Kuta Selatan.

Karenanya dalam upaya meningkatkan pengawasan maksimal pihaknya mengharapkan adanya partisipasi semua elemen, termasuk masyarakat luas.

Ditegaskanya, kejahatan bisa terjadi dimana dan kapan pun. Karenanya semua pihak bisa mengambil bagian dengan porsi masing-masing ikut melakukan pengawasan di lapangan. Dia tidak memungkiri kalau pihaknya mengalami beberapa kendala dalam melakukan pengawasan dengan areal yang cukup luas. Salah satunya adalah menyangkut keterbatasan anggotanya. “Kami sangat berharap agar masyarakat ikut aktif. Ketika melihat ada yang mencurigakan dari orang asing, segera lakukan koordinasi dengan imigrasi atau polisi untuk segera ditindaklanjuti,” harapnya.

BACA  SMKN 2 Jembrana Dibobol Maling

Sebab menurutnya, salah satu modus yang dilakukan WNA sekarang dalam melakukan kejahatan yaitu dengan  berbaur di lingkungan masyarakat. Seperti dengan cara menyewa vila atau rumah.

Dengan situasi ini, pihaknya sedikit kesulitan dan membutuhkan waktu untuk mengendus keberadaan mereka ketika melakukan aksinya.

Karenanya dibutuhkan partisipasi masyarakat di tiap lingkungan. Sebab masyarakat inilah yang setiap hari berinteraksi dengan mereka sehingga paling tidak bisa memantau gerak-gerik WNA yang mencurigakan.

“Kami sangat mengharapkan itu. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang turut berpartisipasi. Banyak informasi yang kami terima. Ada yang informasinya benar, ada yang sudah telat dan adapula yang tak tepat. Tetapi setiap informasi yang diberikan masyarakat pasti kami selalu tindak lanjuti,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penggerebekan terhadap WNA yang diduga terlibat penipuan online kembali terjadi. Selain di Jalan Tukad Badung XXI Nomor 22 Renon, Denpasar Selatan, penggerebekan juga dilakukan di Kuta Selatan. (113)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>