Bulan Ini, Konstruksi Pengembangan Bandara Dimulai

By on January 11, 2018
Bulan Ini, Konstruksi Pengembangan Bandara Dimulai

Kuta, DenPost

Januari ini konstruksi pengembangan Bandara Ngurah Rai direncanakan dimulai. Pembangunan sejumlah fasilitas akan dikebut untuk menambah kapasitas bandara satu-satunya di Bali ini. “Target bulan ini memang harus sudah mulai kami ketok konstruksinya. Kami berharap tidak molor lagi,” ujar Kepala Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Rabu (10/1) lalu.Arie juga memaparkan, pembangunan ini akan dikebut mengingat pencapaian angka lalu lintas penumpang yang melalui Bandara Ngurah Rai sudah mencapai batas. Kata dia, kapasitasnya saat ini sudah hampir 90 persen dari kapasitas maksimal. Ketika lalu lintas ini sudah hendak mencapai 22 juta, maka mau tidak mau pengembangan Bandara harus dipercepat. Pengembangan Bandara ini, sambungnya, wajib dilakukan, mengingat Bali pada bulan Oktober 2018 akan kedatangan 15.000 delegasi negara dari seluruh dunia. Hal ini berkaitan hajatan IMF-World Bank Annual Meetings 2018. “Ketika ribuan delegasi tersebut datang ke Bali, kapasitas di Bandara Ngurah Rai harus bisa menampung rombongan tanpa menganggu penerbangan reguler yang hendak ke Bali,” jelasnya.

Mengenai detail pengembangan yang akan dilakukan, dia menyebut tahap pertama pengembangan akan menjamah kawasan apron timur. Saat ini proses tersebut sudah menginjak tahap pelelangan sejumlah paket konstruksi. Minggu kedua Januari ini diperkirakan akan dilakukan penunjukan vendor. Sedangkan untuk tahap pemaparan dan penawaran harga sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Paling lambat awal Februari sudah mulai ketok-ketok kontruksinya.

Setelah apron timur selesai dikerjakan, tambahnya, baru melangkah ke tahap selanjutnya yaitu pengerjaan gedung VVIP.  Di ujung penggarapan,dilanjut rencana pengembangan apron barat, yang memerlukan metode pengerjaan dengan cara reklamasi.

Sebelumnya, GM Angkasa Pura I, Yanus Suprayogi, menyebut reklamasi menjadi pilihan yang diambil. Dia beralasan, jika dilakukan dengan sistem tiang pancang, akan membuat penutupan operasional bandara selama 12 jam. Dia mengklaim reklamasi merupakan pilihan yang harus diambil untuk pengembangan bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali ini. Dengan argumen itu, dia mengharap dukungan dari.semua pihak terkait pembangunan tersebut.

BACA  ”Bright” Gas 5,5 Kilogram Diminati Masyarakat

Rencana adanya reklamasi dalam perluasan apron Bandara Ngurah Rai mendapat tanggapan dari beberapa kalangan masyarakat. Terutama dari masyarakat sekitar bandara yang kemungkinan terkena dampak jika reklamasi dilakukan. Salah satunya dari Koordinator Forum Pemerhati Kuta Lestari (FPKL), Nyoman Graha Wicaksana. Dia mengaku sangat khawatir reklamasi tersebut malah menambah parah abrasi yang terjadi di Pantai Kuta. Dia menyebut masyarakat Kuta bukannya anti terhadap pembangunan bandara. Hanya, mengacu kepada pengalaman saat pembangunan runway, ternyata berdampak kepada abrasi parah di Pantai Kuta.

Graha mengingatkan bahwa Pantai Kuta merupakan aset yang harus dijaga. Di Pantai ini ada jutaan orang menggantungkan hidupnya. “Kalau  itu merusak atau menjadikan abrasi tambah parah, tentu kami akan tolak keras. Karena itulah maka kami ingin kajiannya betul-betul terbuka dan melibatkan masyarakat,” sergahnya.

Sejauh ini, ulasnya, dia mengaku belum mendengar ada sosialisasi langsung ke masyarakat Kuta terkait rencana reklamasi bandara. Karena sebelumnya banyak warga menolak ide tersebut, dia minta aspirasi masyarakat tersebut juga didengar pengelola bandara. “Masalah pandangan tidak bisa menggunakan tiang pancang, itu kan baru versinya Angkasa Pura saja. Saya rasa harus ada kajian independen yang digagas Pemerintah Kabupaten Badung,” lugasnya menandaskan. (113)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>