Tamu Sepi, Pengusaha Pariwisata Diminta Tak Buru-buru PHK

By on December 7, 2017
Tamu Sepi, Pengusaha Pariwisata Diminta Tak Buru-buru PHK

Mangupura, DenPost

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai mengancam para pekerja yang bergerak di sektor pariwisata di Kabupaten adung. Sepinya kunjungan wisatawan ke Bali sebagai dampak dari erupsi Gunung Agung, membuat sejumlah hotel dan restoran mulai memangkas jam kerja karyawan menjadi 15 hari kerja per bulan.Menyikapi kondisi itu, kalangan DPRD Badung mengimbau pelaku dan pengusaha pariwisata di Badung tidak gegabah dalam melakukan PHK. Parlemen berharap pariwisata yang lesu akibat bencana erupsi Gunung Agung bisa disikapi secara arif dan bijaksana oleh para pengusaha. “Kami harap pengusaha (hotel dan restoran) tidak terburu-buru melakukan PHK,” pinta Ketua Komisi IV DPRD Badung, AAN Ketut Agus Nadi Putra,  Kamis (7/12).

Bila PHK besar sampai terjadi, menurut politisi Partai Golkar ini, ekonomi Bali secara makro akan lumpuh. Sebab, mayoritas masyarakat Bali menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. “PHK akan memunculkan masalah baru. Pasti sektor lain juga akan kena dampaknya, dan masyarakat miskin baru akan bermunculan,” ulasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kalau memang kunjungan sepi dan tingkat hunian hotel turun, pengusaha agar menyiasati PHK dengan melakukan pengurangan jam kerja. Dengan begitu, tidak ada pekerja yang sampai kena PHK. “Pengusaha harus pintar-pinta cari solusi. Jangan buru-buru PHK. Alangkah baiknya jamnya kerja diatur,” sambung pria yang akrab disapa Rahtut ini.

Selain itu, politisi asal Kerobokan ini juga minta Dinas Pariwisata dan Dinas Tenaga Kerja Badung betul-betul menyikapi kondisi ini, dengan meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat yang bekerja di sektor pariwisata. Kata dia, pemerintah juga harus peka. Jangan sampai kondisi ini dipakai celah oleh segelintir pengusaha untuk melakukan penciutan karyawan dengan sewenang-wenang.

Anjloknya tingkat hunian hotel diakui salah seorang praktisi pariwisata, I Wayan Puspa Negara. Kata dia, akibat erupsi Gunung Agung dan penutupan bandara tingkat akupansi hotel mencapai titik rendah yakni 12-20 persen. “Iya, kondisi ini bisa dikatakan pariwisata Bali merosot. Hal ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi makro Bali,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Badung ini juga berharap tidak ada PHK dan usaha pariwisata yang kolaps di Badung. “Harapan kami sih tidak ada PHK dan usaha yang kolaps. Namun setiap usaha  pasti terguncang. Mulai dari hotel, restoran, pub, spa, travel dan objek wisata pasti merasakan kelesuan. Semoga saja cepat pulih,” sebutnya dengan nada prihatin. 

Untuk mempercepat pemulihan di tengah “menggantungnya” erupsi Gunung Agung ini, Puspa minta pemerintah aktif mengkampanyekan bahwa Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi. “Kampanye Bali aman dan nyaman bagi wisatawan harus terus digalakkan. Untuk menutup kerugian dari wisman, maka wisdom harus digencarkan,” sarannya menandaskan. (115)

Komentar

Komentar

BACA  Puncak Pujawali di Pura Luhur Uluwatu Dipadati Pamedek

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>