PUPR Kumpulkan Pemilik Lahan di Sawangan

By on December 7, 2017
PUPR Kumpulkan Pemilik Lahan di Sawangan

Kutsel, DenPost

Wacana pembangunan jalan lingkar selatan yang kerap dilontarkan Bupati Badung dalam hampir setiap kunjungannya, kini mulai memasuki babak baru. Rencana pembangunan jalan lingkar selatan, Kuta Selatan, akan segera melangkah ke tahap pengukuran lahan yang terkena proyek ini. Langkah ini diawali dengan sosialisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung kepada warga pemilik lahan di kawasan Sawangan, Kutsel Rabu (6/12).Menurut Camat Kutsel, Made Widiana, yang juga hadir dalam sosialisasi ini, yang diundang adalah para pemilik lahan di kawasan Sawangan menuju Kutuh. Namun, pihaknya hanya memfasilitasi. Sedangkan materi sosialisasi sepenuhnya ada di Dinas PUPR Badung. “Silakan dihubungi Pak Kabid di PUPR Badung ya. Beliau yang hadir langsung dalam sosialisasi kemarin,” ujar Widiana.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Badung, Sang Nyoman Oka Parmana, membenarkan adanya sosialisasi tersebut. Ditegaskannya, yang pertama dikejar dalam mewujudkan proyek jalan pengurai kemacetan ini adalah perampungan akses penghubung antara Sawangan dengan Pecatu. Diakuinya, hingga saat ini akses tersebut masih putus oleh masalah pembebasan lahan yang belum kelar-kelar.

“Dulu, di sana rencananya dilakukan pengembangan layaknya Nusa Dua. Lalu oleh investor dibebaskanlah lahan untuk pembuatan akses itu. Tapi karena terbentur krisis, rencana itu mentok. Termasuk dalam hal pembuatan akses tersebut. Ada beberapa lahan yang ternyata belum dibebaskan,” ujarnya via telepon, Kamis (7/12) kemarin.

Meski lama belum terselesaikan, kata dia, sebenarnya para pemilik lahan di wilayah Sawangan itu sangat mendukung perwujudan jalan lingkar selatan Kuta Selatan. “Izin pun telah diberikan berkaitan dengan rencana pengukuran yang akan segera dilakukan. Dalam sosialisasi kemarin, (dua hari lalu), kami sampaikan mengenai rencana pembuatan jalan tersebut. Termasuk tentang rencana pembebasan lahan di titik Sawangan, pada tahun 2018 nanti,” ungkapnya.

Ditanya batas-batas jalan lingkar selatan nantinya, dia menjelaskan yang dimaksud adalah akses penghubung antara titik sekitaran mulut Jalan Tol Bali Mandara titik Nusa Dua, hingga Uluwatu. “Merealisasikan itu, ada yang menggunakan jalan eksisting, dan ada pula yang membutuhkan langkah pembebasan lahan. Kalau yang di Sawangan itu sebenarnya bagian pokok dari jalan lingkar selatan. Kalau itu sudah terhubung, maka jalan lingkar selatan sudah bisa dibilang sudah 70 persen jadi,” bebernya penuh optimis.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Sawangan, Wayan Jabut, juga mengakui adanya pertemuan dengan para pemilik lahan tersebut. Jabut juga mengklaim pada dasarnya masyarakat Sawangan ataupun pemilik lahan yang diperkirakan terkena proyek ini sangat mendukung rencana tersebut. “Pengukuran akan segera dilakukan guna memastikan lahan mana saja yang akan terkena,” imbuhnya.

Namun, di sisi lain, meski sangat mendukung, warga pemilik tetap berharap adanya kompensasi atau ganti rugi yang wajar atas pembebasan lahan mereka. Termasuk dengan tanpa menyalahi aturan dan prosedur berlaku. Selain itu, lanjut Jabut, masyarakat juga berharap pemerintah tetap melihat kronologis mengenai badan jalan yang telah ada. (113)

Komentar

Komentar

BACA  Permendagri Hibah dan Bansos Direvisi

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>