Korban Bersaksi, Begini Sadisnya Suami Potong Kaki Istri

By on December 7, 2017
Korban Bersaksi, Begini Sadisnya Suami Potong Kaki Istri
Denpasar, DenPost
Masih ingat dengan kasus penebas kaki istri hingga putus? Ya, perempuan yang kini mengalami cacat permanen (kaki kiri putus) bernama Ni Luh Putu Kariani, Kamis (7/12) sore memberikan kesaksian atas perbuatan yang dilakukan suaminya, terdakwa Kadek Adi Waisaka Putra, di PN Denpasar.

Saat bersaksi, korban terlihat cukup tegar. Begitu dihadirkan di muka sidang, Kariani yang duduk di atas kursi roda tak sekalipun meneteskan air mata. Malahan sangat lancar menjawab pertanyaan hakim, jaksa maupun penasihat hukum terdakwa. Ia baru menangis begitu keluar dari ruang sidang, usai memberikan keterangan.

Di depan majelis hakim yang diketuai Ekstar Oktavi, saksi menjelaskan, kedua kakinya ditebas hingga 9 kali oleh terdakwa. Empat tebasan di kiri hingga putus, lima kali tebasan di kanan. Mirisnya, aksi sadis terdakwa itu dilakukan di depan mata anaknya yang berusia 9 tahun.
“Waktu dia (terdakwa) datang saya dan anak lagi tiduran. Ya anak saya tahu dan melihat. Anak saya lah yang peri ke tetangga minta bantuan,” ucapnya.
Diungkapkan saksi, pagi hari sebelum kejadian, suasana masih normal. Suaminya pergi bekerja sebagai sopir lepas. Sedangkan korban mengantar anaknya sekolah. Sepulang terdakwa pulang dengan kondisi mabuk, korban ngomong untuk meminta izin pulang kampung bersama anaknya. Terdakwa bertanya dengan nada tinggi alasan istrinya pulang. Oleh saksi dikatakan bapaknya sakit. Tanpa mengucapkan apa pun lagi, dia langsung mengambil parang dan menebas secara membabi buta pada kedua kakinya. Saat itu saksi dalam posisi tidur miring dengan kaki kiri di atas. “Saat itu kena dua tebasan. Saya coba berontak di pinggir tempat tidur kena dua tebasan. Saya berlari sampai di pintu kamar ditebas lagi dua kali, saya coba menyeret diri sampai halaman di tebas lagi tiga kali. Saat itulah kaki kiri saya putus,” bebernya.
“Saat itu saudara masih tetap sadar?” tanya hakim. Ditanya demikian, saksi korban mengaku tetap sadar hingga dibawa ke rumah sakit. Saksi mengatkan, saat itu terdakwa yang membawa korban dari klinik hingga ke rumah sakit. Menurut saksi, selama perjalanan hingga di rumah sakit, tak satu kalimat pun terlontar dari bibir terdakwa. “Bahkan minta maaf juga tidak ada?” tanya hakim kembali. Oleh korban dijawab tidak ada. “Kalau minta maaf pun tidak saya maafkan,” tegasnya.
Dalam sidang tersebut, saksi juga mengungkapkan selama belasan tahun menikah dengan terdakwa sudah sering mengalami penyiksaan atau KDRT. Terlebih sejak anaknya Yoga lahir tahun 2011. “Dia kalau pulang dengan kondisi mabuk pasti marah-marah lalu memukul atau menampar saya,” tuturnya.
Dari kesaksian korban, terdakwa langsung membantahnya. Terdakwa berkelit jika sebelum nebas, istrinya mengatakan sayang dan ingin bertemu selingkuhannya. Tanggapan terdakwa langsung dibantah saksi korban. “Tidak benar itu yang mulia. Ada anak saya saksi di depan mata saat itu. Saya tetap pada keterangan, saya sudah bersumpah (sumpah sebelum bersaksi),” tegasnya. (128)

Komentar

Komentar

BACA  Kepincut Brondong, PNS Digerebek Suami

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>