Mantan Bendahara UPK Pupuan Dituntut Tujuh Tahun

By on December 6, 2017
Mantan Bendahara UPK Pupuan Dituntut Tujuh Tahun
Renon, DenPost
Penanganan perkara dugaan korupsi dana PNPM Mandiri Pedesaan di Pupuan, Tabanan, dengan terdakwaLuksna Setyo Dwi Astuti alias Bu Wibi (53) memasuki agenda tuntutan. Mantan Bendahara UPK Pupuan ini dituntut hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)Ida Ayu Ketut Sulasmi, di Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (6/12).

Tim jaksa dari Kejari Tabanan ini juga menuntut terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Tak sampai di situ, terdakwa Luksna juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negera sebesar Rp 164.455.500. “Ketentuannya, apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar dalam tenggat waktu paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita dan dijual lelang guna membayar pengganti tersebut. Jika tak ada harta benda yang cukup maka dipidana penjara selama tiga tahun,” tegas jaksa.

JPU menilai terdakwa Luksana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan korupsi secara berlanjut. Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti di persidangan, perbuatan terdakwa dinilai telah memenuhi unsur-unsur pasar 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 KUHP.
Atas tuntutan ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi. (128)

Komentar

Komentar

BACA  Satu Korban Ditemukan di Anjungan Kapal

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>