BBPJN Bangun Tanggul Penahan Ombak

By on December 6, 2017
BBPJN Bangun Tanggul Penahan Ombak

Tuban, DenPost

Meluapnya air laut hingga ke jalanan atau yang kerap disebut banjir rob kerap terjadi di kawasan Jalan By-pass Ngurah Rai Tuban. Tepatnya di selatan tugu patung Ngurah Rai yang kini sedang dibangun underpass.Guna mencegah berulangnya fenomena yang kerap mengakibatkan kemacetan panjang ini, pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII kini berencana membangun tanggul penahan ombak di kawasan tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala BBPJN Wilayah VIII, Nyoman Yasmara, Rabu (6/12).

Yasmara memaparkan, pihaknya kini sedang menyiasati agar banjir rob tidak mengganggu pembangunan underpass simpang tugu Ngurah Rai. Salah satu upaya yang dilakukan, di sebelah selatan bundaran nanti akan dilakukan peninggian badan jalan.

Termasuk dengan memasang boks dengan ukuran 2×4 meter dan penyeberangan.

Untuk memastikan benar-benar terhindar dari banjir rob, nantinya juga akan dibangun tanggul penahan gempuran ombak di tempat tersebut. Terkait ukuran tinggi tanggul yang akan dipasang, Yasmara mengaku belum bisa memastikan karena saat ini desain tanggul tersebut  masih dalam tahap penyempurnaan.

“Peninggian itu nanti dilakuan secara menyeluruh di sebelah selatan underpass,” ungkapnya. Dia juga mengatakan, banjir rob yang masuk ke jalan beberapa hari lalu melalui sisi barat jalan by-pass.

“Sebelum dilakukan penggarapan di sebelah selatan bundaran, peninggian dan pembangunan tanggul sudah selesai,” jelasnya.

Diharapkannya desain tanggul yang sedang disempurnakan nantinya mengatasi banjir rob agar tidak masuk ke dalam underpass.

“Konsentrasi penggarapan kini masih berada di dalam bundaran dan sisi utara bundaran. Kami berharap para pengguna jalan untuk memaklumi kondisi yang terjadi karena terjadi penutupan arus lalu-lintas di sebelah utara bundaran. Kami mohon pengendara untuk mencari jalur alternatif, meski sedikit mengalami kendala,” harapnya.

BACA  Teguran Simpatik untuk Pelajar

Sebelumnya, salah seorang warga yang sempat terjebak macet saat terjadi banjir rob di By-pass Tuban, Wayan Sukahita, juga menyoroti rob yang kerap terjadi di selatan tugu patung Ngurah Rai. Bukan hanya di jalan raya, ketika sampai di rumah, dia menyaksikan  air masuk ke pekarangan rumahnya. Selaku nelayan dia mengaku cukup kaget oleh fenomena alam ini.

Sebab sepengetahuannya, biasanya pasang tertinggi terjadi pada Purnama Kedasa. “Harusnya memang saat Kedasa, bukan sekarang. Jadi bisa dibilang ini terjadi sedikit pergeseran dari kebiasaan,” ujarnya.

Sekretaris Himpunan Nelayanan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Badung ini mengungkapkan, naiknya air laut dikenal dengan sebutan pasang maling, dimana tingginya permukaan air laut di Teluk Benoa ketika malam hari. “Jadi pasangnya seperti maling. Kejadiannya malam-malam. Makanya disebut pasang maling,” paparnya. Meski pasang sudah biasa terjadi, rob kali ini dikatakannya lebih ekstrem. Dia menduga kondisi ini dipengaruhi  oleh intensitas hujan yang terjadi belakangan ini.

Dia menyarankan kepada pemerintah agar segera mewujudkan pembuatan jalan inspeksi pinggiran hutan mangrove guna mencegah terulangnya hal ini.

Itu juga bisa digunakan sebagai jogging track. Jadi sebenarnya pembuatan jalan inspeksi itu memiliki banyak manfaat,” tegasnya. (113)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>