Puncak Pujawali di Pura Luhur Uluwatu Dipadati Pamedek

By on November 22, 2017
Puncak Pujawali di Pura Luhur Uluwatu Dipadati Pamedek

Pecatu, DenPost

Sempat diguyur hujan, umat Hindu dari berbagai daerah memadati puncak pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (21/11) lalu.Kendaraan warga dan wisatawan tampak antre panjang di pintu masuk kawasan yang juga sebagai wisata ternama ini. Terkait serangkaian pujawali ini, Ida Batara akan nyejer hingga Jumat (24/11) mendatang.Pengelingsir Puri Agung Jro Kuta selaku pengempon Pura Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, memaparkan rangkaian puncak pujawali kemarin  diawali dengan mundut Ida Batara Agung Sakti dari Pura Parerepan, Pecatu. Prosesi petirtaan ini dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Telaga dari Geria Telaga Sanur, dan Ida Pedanda dari Tegal Sari.

Tujuan dari pujawali digelar, ujarnya,  memohon keselamatan kepada Ida Hyang Widi Wasa atau Ida Ista Dewata yang melinggih di Pura Luhur Uluwatu untuk kemakmuran umat di dunia dan Bali khususnya. Setelah pujawali, akan dilakukan ngayarin oleh Kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi. “Selain di Pura Luhur Uluwatu, juga dilakukan petirtan di Pura Parerepan Pecatu,” imbuh pria yang akrab disapa Turah Joko ini.

Karena umat banyak tangkil, Turah Joko mengimbau pemedek senantiasa tertib saat hendak melakukan persembahyangan. Selain itu, dia juga mengharap pemedek mengikuti aturan yang disiapkan petugas untuk mandukung kelancaran prosesi pujawali.

Dia juga mengingatkan para pemedek agar bisa mengatur waktu bersembahyang, sehingga tidak sampai menumpuk saat malam hari. “Agar pemedek tidak menumpuk kami harapkan pemedek bisa mengatur waktu dengan tangkil pada siang hari. Sebab, biasanya saat siang hari pemedek cenderung lebih sepi dibandingkan saat malam hari,” imbuanya.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, juga berharap hal yang sama. Berdasarkan pengalaman pujawali sebelumnya, selama Ida Batara nyejer,  pemedek sangat membeludak. “Kami harap berharap kepada pemedek agar bersabar menunggu giliran melakukan persembahyangan. Juga ikut menjaga kebersihan dan kesucian pura. Usai sembahyang, sisa upakara dibuang ke tempat sampah,” saran Bendesa yang juga anggota DPRD Badung ini.

Terkait adanya perbaikan drainase di sepanjang jalan menuju pura, Sumerta mengimbau pemedek agar berhati-hati, terutama saat malam hari. Di sepanjang jalur menuju Pura Uluwatu masih ada lubang galian proyek pelebaran jalan.

Desa adat, sambungnya, juga sudah melakukan koordinasi dengan pengelola dan pemandu wisata terkait pengaturan  kunjungan wisatawan. “Karena adanya piodalan, tentu akses dari wisatawan akan terbatas. Terkait masalah parkir, nantinya disesuaikan dengan kondisi yang ada. Tentu dalam hal ini akan diutamakan untuk para pemedek,” paparnya. (b/113)

Komentar

Komentar

BACA  PLN Dukung Pembangunan Jembatan Darurat

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>