Banjir By-pass Nusa Dua Jadi Masalah Klasik

By on November 20, 2017
Banjir By-pass Nusa Dua Jadi Masalah Klasik

Nusa Dua, DenPost

Meski sebagai jalan utama yang menghubungkan sejumlah tempat-tempat wisata dan akomodasi terkenal, Jalan By-pass Ngurah Rai tak luput dari masalah. Salah satunya banjir saat hujan lebat terjadi. Seperti halnya yang terjadi belum lama ini. Banjir melanda hanya beberapa jam setelah hujan mengguyur. Padahal perbaikan oleh instansi terkait sudah beberapa kali dilakukan. Salah satunya dengan membuat sodetan yang mengarah ke rawa-rawa mangrove Teluk Benoa.Camat Kuta Selatan, Made Widiana, Senin (20/11) mengatakan, banjir di By-pass disebabkan saluran air di lokasi tersebut tersumbat. Padahal sudah dibuatkan sodetan untuk mengalirkan air ke arah rawa-rawa. Sayangnya sodetan ini gagal menyalurkan air hujan karena tersumbat sampah dan adanya sedimentasi. Padahal aliran pembuangan air dari sodetan tersebut cukup besar. “Itu disebabkan oleh tersumbatnya saluran akibat sedimentasi dan juga sampah, sehingga memperlambat pembuangan air melalui saluran tersebut,” katanya.

Selain masalah sodetan yang tersumbat, menumpuknya air hujan di lokasi itu juga dikarenakan adanya cekungan. “Secara topografi, cekungan itu karena jalan arah Mumbul dan jalan dari arah simpang gerbang tol yang lebih tinggi, sehingga setiap hujan deras, air selalu tekumpul di cekungan tersebut,” paparnya. Widiana menduga, kemungkinan aliran air dari cekungan itu juga tersumbat. Karenanya hal ini akan menjadi antisipasi ke depan agar tidak ada sampah yang menutupi saluran air di sana.

Dia tidak memungkiri kalau beberapa waktu lalu, pihaknya bersama dengan Dinas PUPR Badung dan Balai Jalan Nasional sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Sebagai solusi awal hasil pengecekan tersebut, nantinya akan ada langkah sementara yaitu menormalisasi aliran sungai di sana. “Dengan begitu tidak ada sampah yang sampai menyumbat saluran itu,” imbuhnya.

BACA  Distribusi Air PDAM Terganggu, Ini Saran Bupati Suwirta

Sedangkan untuk langkah lebih lanjut, Bupati Badung, Giri Prasta, konon sudah memerintahkan instansi terkait untuk mengkaji keadaan tersebut. “Bapak Bupati sudah perintahkan instansi teknis, bagaimana baiknya, dan solusi seperti apa yang akan dilakukan, supaya banjir tidak terulang lagi. Karena seperti diketahui, di sana merupakan jalur pariwisata, supaya jalur itu tidak lumpuh,” paparnya menirukan instruksi Bupati.

Di sisi lain, seperti biasa dia mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. “Jangan sampai kebiasaan yang dilakukan malah mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Karena sampah yang dibuang sembarangan tersebut, akan terbawa saat hujan dan menyumbat salutan air,” ujarnya.

Salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan,  sangat menyayangkan kalau masalah klasik banjir Nusa Dua hingga kini belum terselesaikan. Kalau memang masalahnya karena sampah yang menyumbat sodetan di sana, semestinya aksi gotong-royong bersih-bersih di lokasi lebih sering dilaksanakan pihak kecamatan dan jajaran di bawah. “Ya kalau masalahnya sodetan tersumbat ya harus rajin dibersihkan dong. Jangan setelah hujan baru bergerak. Kalau hanya diimbau kan juga kurang mengena. Buat terobosan, bagaimana agar tidak ada banjir lagi di sana. Ini kan daerah pariwisata,” sentilnya. (113)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>