Suiasa Ingatkan Masyarakat Tak Hilangkan Prinsip Gotong-royong

By on November 12, 2017
Suiasa Ingatkan Masyarakat Tak Hilangkan Prinsip Gotong-royong

Mangupura, DenPost

Masyarakat Kabupaten Badung saat ini benar-benar diservis oleh pemerintahnya. Puluhan miliar dana digelontor untuk masyarakat Badung guna memenuhi kebutuhan primer maupun sekundernya. Dari sekolah gratis hingga pembanguan fisik di bidang adat pun ditanggung pemerintah. Hal ini pun menjadi pertanyaan di sejumlah kalangan, tidakkah bantuan-bantuan fantastis yang diberikan pemerintah tersebut akan membuat manja masyarakat di Badung?Menanggapi pertanyaan terkait kekhawatiran akan mental warga Badung tersebut, Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Minggu (12/11), menanggapinya dengan datar. Dia  mengaku menyadari mengapa pelayanan untuk masyarakat mulai dari pendidikan gratis, kesehatan gratis hingga bantuan adat ini didukung total pemerintah, karena itulah kebutuhan dasar masyarakat. “Artinya, jika kita telah memenuhi kebutuhan masyarakat kita itulah tugas  pemerintah dan negara ini untuk bisa menangani, bila perlu menanggung biaya masyarakat itu. Mumpung kami (Badung) ini mampu, maka itulah yang kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Suiasa, akan sulit mengatakan atau mampu mewujudkan masyarakat sejahtera apabila tingkat perbandingan penghasilan masyarakat dengan beban-beban dalam melakukan kehidupan mereka tidak seimbang. “Apalagi kita akan mencapai masyarakat yang sejahtera di dunia global ini dan bagaimana kita mampu untuk berdaya saing, kalau isi perutnya saja sudah bermasalah, untuk menyekolahkan, berobat anak-anaknya saja masih tertatih-tatih, maka itulah tugas pemerintah,” tegasnya.

Suiasa juga mengingatkan, dengan banyaknya bantuan pemerintah yang digelontorkan saat ini, masyarakat Badung diminta tidak menjadi masyarakat yang manja. “Kami minta masyarakat  jangan menghilangkan prinsip kegotong-royongan, jangan sampai menghilangkan konsep manyama braya dan masidikara. Ini soal aspek mentalitas dan moralitas dalam kebijakan Pemerintahan Kabupaten Badung sehingga konsep kearifan lokal sosial di masyarakat ini tetap dipertahankan karena pemerintah sudah membantu semua kebutuhan mereka,” imbaunya.

BACA  Siswi Smansa Temukan Antibiotik dari Serangga

Karenanya, lanjut Suiasa, masyarakat tinggal melakukan pemberdayaan dirinya secara individul, dalam komunitas keluarga dan pemberdayaan masyarakat dalam komunitas sosialnya di daerahnya masing-masing. (115)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>