Pemintaan Nasi ”Penek” Meningkat 50 Persen

By on November 8, 2017
Pemintaan Nasi ”Penek” Meningkat 50 Persen

Denpasar, DenPost

Menjelang hari raya besar umat Hindu keperluan upacara mengalami peningkatan. Salah satunya nasi penek dan tumpeng yang menjadi bahan dasar pembuatan sesajen.”Permintaan nasi penek sudah biasa meningkat menjalang hari raya Galungan, Kuningan dan Nyepi. Peningkatan permintaan ini sekitar 50 persen dibandingkan hari-hari biasa,” kata Produsen Nasi Penek di Denpasar, Agung Ketut Suyasa, Selasa (7/11) kemarin.

Suyasa mengaku, dirinya sehari mampu menjual lebih dari 20 kampil (50 bungkus plastik) nasik penek atau tumpeng. Namun peningkatan permintaan menjelang hari raya, usaha yang sudah dirintis sejak 15 tahun lalu itu mampu menjual  lebih dari 30 kampil per hari.  ”Satu bungkus plastik isinya ada 10 biji, 25 biji, 50 biji hingga 100 biji sesuai ukuran penek dan tumpeng,” ujarnya.

Dia menjelaskan, permintaan penek dan tumpeng mengalami peningkatan dan harga jual saat hari raya dengan hari biasa masih sama. Satu  bungkus plastik dijual Rp 3.200. Permintaan tinggi atau sedikit  tetap sama. ”Hari raya tidak berpengaruh terhadap peningkatan harga, namun pemintaan meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut Suyasa mengemukakan, menjelang hari raya Kuningan permintaan mulai terjadi Paing Galungan (Jumat-red).   Namun permintaan nasi penek tersebut  hingga saat ini hanya dipasarkan kepada pedagang di Denpasar. Permintaan untuk Kuningan didominasi penek berwarna kuning. ”Saya memasarkan nasih penek dan tumpang masih seputar Denpasar dan kebanyakan pelanggan yang berbelanja pedagang sarana upacara,”  ucapnya.

Dia mengakui belum mampu menembus pasar di luar Denpasar karena produksinya masih terbatas 200 kilogram beras per hari menjelang hari raya besar umat Hindu. Selain itu, tempat dan tenaga yang dimiliki terbatas sehingga produksi tidak bisa banyak. ”Banyaknya usaha serupa, seperti di Gianyar dan daerah lainnya sehingg saya hanya mampu melayani pedagang di sekitar Denpasar saja,” jelasnya.

BACA  TPID Pantau Lahan Pertanian Produksi Cabai Merah

Dia menambahkan, ada momen hari raya atau tidak produksi penek tetap berjalan,  karena permintaa setiap hari akan  bahan upacara tetap ada. ”Kalau hari biasa  produksinya dikurangi. Tapi setiap hari tetap meproduksi agar tenaga bisa tetap bekerja,” papar Suyasa sembari menambahkan, produksi tidak dipengaruhi cuaca karena proses pengeringannya menggunakan oven. (126)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>