Stok Elpiji di Posko Pengungsi Mulai Menipis

By on October 18, 2017
DAPUR PENGUNGSI - Kondisi dapur di pos pengungsian Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Dawan, Klungkung, Rabu (18/10).

Semarapura, DenPost

Tidak hanya bantuan logistik yang mulai seret. Pengungsi Gunung Agung yang ada di luar pos induk GOR Suwecapura juga mulai terkendala persoalan elpiji. Pasalnya, stok elpiji untuk keperluan masak di posko pengungsian mulai menipis. Belum lagi selama ini kebutuhan gas untuk pos-pos pengungsian di luar GOR Suwecapura sangat tergantung dari sumbangan donatur. Sisanya mengandalkan bantuan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Seperti yang terjadi di pos pengungsian Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Dawan. Selama ini pengungsi disana belum pernah mengambil elpiji ke pos induk GOR Suwecapura. “Sejak awal untuk gas elpiji hanya mengandalkan donatur dan selama ini didrop dari BUMDes Paksebali,” ujar Nengah Sriarta, salah seorang relawan yang bertugas di pos pengungsian Lapangan Tembak, Rabu (18/10).

Namun, Sriarta mengaku tidak tahu parsis apakah gas itu sepenuhnya merupakan sumbangan dari BUMdes Paksebali atau sifatnya bon lebih dulu. Karena kalau kehabisan gas, pihak BUMDes Paksebali langsung mengirimkan gas elpiji ke posko pengungsian.

Hal senada juga dikatakan salah seorang petugas Tagana, Sugirianto. Menurut Sugirianto, dalam sehari pos Lapangan Tembak Paksebali bisa menghabiskan tujuh tabung gas ukuran 3 kilogram. “Apalagi sekarang pengungsi memanfaatkan air yang ditampung dalam tendon air. Sebelum dikonsumsi air dimasak lebih dulu, inilah yang memerlukan banyak gas,” ujarnya. (119)

Komentar

Komentar

BACA  Jalankan UN Berintegritas

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>