Pelebaran Simpang Temacun Dipertanyakan

By on October 8, 2017
Pelebaran Simpang Temacun Dipertanyakan
Kuta, DenPost
Kemacetan lalu lintas (lalin) hampir setiap hari terlihat di Jalan Raya Kuta masuk ke Blambangan. Hal ini terkait belum jelasnya rencana pelebaran persimpangan Temacun yang sempat diwacanakan saat uji coba lalin Kuta. Bahkan rencana itu sempat ditinjau Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta.
“Kenapa sampai sekarang belum dilebarkan? Padahal itu sudah lama direncanakan,” tanya salah seorang pengendara yang terjebak kemacetan.
Warga yang enggan namanya dikorankan ini mengaku sangat mendukung rencana pelebaran tersebut. Sebab dipastikannya akan bisa mengurangi kemacetan arus lalin yang datang dari Denpasar. “Karena di sana menyempit jadi kendaraan dari dua lajur berebut menjadi satu lajur,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lalin Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Tovan Priyanto, saat dimintai kofirmasi mengatakan rencana pelebaran Simpang temacun memang belum ada pembahasan lebih lanjut.

Dia tidak memungkiri secara teknis kemacetan yang terjadi di Jalan Raya Kuta karena menyempitnya ruas jalan masuk ke simpang Temacun.
Sedangkan di sisi lain memang tidak ada jalan keluar yang harus dilakukan selain melakukan pelebaran simpang Temacun ke arah Jalan Blambangan tersebut.
Meski begitu pihaknya selaku yang mengatur manajemen lalu lintas akan membahas  masalah tersebut dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, karena kewenangannya ada di Dinas tersebut.
Tovan juga akan mendorong agar dilaksanakanya langkah pelebaran di sana.
DijelaskanTovan, simpang Temacun tidak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas dari arah Denpasar.
“Di simpang Temacun itu merupakan pertemuan dua arus lalin. Sementara Jalan Blambangan sebagai tempat ‘pembuangan’ kendaraan jalurnya sempit,” imbuhnya.
Karenanya dia menyiapkan petugas untuk mengatur kelancaran lalin di sana.
“Selain mengatur lalin petugas kami juga menertibkan kendaraan yang parkir di bahu jalan. Terutama yang parkir di Jalan Blambangan, sebagai tempat terbaginya arus lalin,” jelasnya.
Setelah sempat terjadi penolakan akan uji coba arus lalin oleh masyarakat Kuta, rencana penataan lalin di Kuta pun kian tidak jelas. Untungnya belakangan jumlah petugas atau pos pantau terus ditambah oleh Dishub sehingga kemacetan yang terjadi secepatnya bisa ditangani. Penambahan petugas Dishub ini sebelumnya juga diakui oleh Kadishub Badung, AA Ngurah Rai Yudha Darma. Selain di Kuta, penambahan petugas melalui pos pantau juga dilakukan di sejumlah titik di Kuta selatan. Seperti simpang Nirmala Ungasan dan Siligita, Nusa Dua. (113)

Komentar

Komentar

BACA  Gunarta: Wujudkan Supertim, Bukan Superman

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>