Atasi Perang Tarif, Dispar Awali Dengan Sertifikasi

By on October 8, 2017
IGN Anom Gumanti

Kuta, DenPost

Parang tarif yang kerap menjadi sorotan akhirnya disikapi Dinas Pariwisata Badung. Kadisparda Badung, Made Badra, Minggu (8/10) kemarin mengatakan sudah mulai bergerak untuk melakukan standarisasi harga hotel di Badung.Untuk tahap awal, kata Badra, pihaknya kini sedang melakukan pendataan.

Pendataan yang dimaksudkan itu adalah berkaitan dengan proses sertifikasi.

Dikatakannya, melalui sertifikasi tersebut nantinya akan diketahui kelas dari hotel masing-masing. “Setelah semua grade-nya diketahui, barulah akan dilakukan pembahasan mengenai harga,” imbuhnya.

Sayangnya pejabat asal Kuta ini terkesan enggan memasang target terkait pemberlakuan standarisasi harga tersebut. Dia beralasan semua itu tergantung pada banyak atau sedikitnya akomodasi wisata yang lolos sertifikasi. “Kami lihat data yang masuk terlebih dahulu. Dan, dalam sertifikasi kami pun berharap agar tidak terlalu tergesa-gesa agar hasilnya maksimal,” dalihnya.

Demikian juga terkait data hotel bersertifikasi di Badung, Badra mengaku kalau hingga saat ini pihaknya belumlah mengantongi data tersebut. Karenanya saat ini terpaksa melakukan pendataan ulang. “Kami akui kami belum punya data itu. Karena tidak sedikit hotel yang cenderung malu untuk menyampaikan, apakah mereka sudah tersertifikasi atau belum. Nah inilah yang harus kami jelaskan kepada mereka,” paparnya. Jika seluruh data hasil sertifikasi terangkum, lanjutnya, barulah dilakukan pembahasan mengenai standarisasi harga atau tarif.

Itu demi keadilan terhadap semua akomodasi wisata. Kalau kami terlalu terburu-buru menerapkan standar harga itu, bisa-bisa malah ribut. Hotel yang sudah tersertifikasi tentu tidak akan terima, karena hanya harga kamar merekalah yang distandarkan,” akunya.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Badung, IGN Anom Gumanti, menyambut positif langkah standarisasi tersebut. Menurutnya hal ini sebagai salah satu upaya dalam mencegah terjadinya perang tarif yang belakangan kerap terjadi.

BACA  Imbauan Tak Digubris

Meski begitu perlu upaya ekstra agar semua hotel bisa memenuhi ketentuan itu. Apalagi belakangan pemasaran hotel bukan lagi secara konvensional  namun sudah dilakukan secara online. Bahkan hotel besar berjaringan sudah dipasarkan di luar negeri. “Jadi ini yang harus dipikirkan agar standarisasi tidak hanya mengena pada hotel kecil yang ada di sini, tapi hotel besar berjaringan malah tidak tersentuh,” ujarnya.

Hal tersebut dipandang sangat penting untuk dipikirkan, supaya regulasi yang tercipta bisa terlaksana secara maksimal dan efektif.

Dia juga mengingatkan agar pihak terkait senantiasa pantang menyerah menyukseskan terobosan itu. Mengingat terobosan tersebut terbilang amat baik.

“Jadi tinggal perlu dioptimalisasi, dan coba cari perbandingan ke tempat lain,” sarannya. (113)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>