Kuota Gas Melon Dipangkas 25 Persen, Konsumsi Bright Gas Meningkat

By on September 14, 2017
Kuota Gas Melon Dipangkas 25 Persen, Konsumsi Bright Gas Meningkat

Renon, DenPost

Kuota elpiji bersubsidi atau  gas melon (kemasan 3 kilogram) untuk di Bali tahun 2017 sudah dikurangi sekitar  25 persen dari  volume awal. “Pengurangan kuota elpiji bersubsidi ini  merupakan perhitungan dari pemerintah. Kami di Pertamina  hanya  mendistribusikan dan mengatur jangan sampai terjadi gejolak  di masyarakat akibat pengurangan ini,”  ujar Sales Executive Elpiji Pertamina Pemasaran Bali,  Rainier Axel Gultom, Kamis (14/9), usai menghadiri rapat pembahasan inflasi di Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali.Disinggung terkiat pemangkasan kuota tersebut, Rainier memperkirakan karena masalah anggaran. Dikatakannya, pemangkasan kuota sudah dilakukan per Juni 2017 sesuai surat edaran yang diterima dari Kementerian ESDM.

Dijelaskan,   kuota  gas melon yang sebelumnya 170  ribu metric ton per tahun. Dimana, akibat terjadinya  pengurangan, kuota elpiji bersubsidi tersebut saat ini menjadi sekitar 134 ribu metric ton per tahun.

“Kami sangat mengapresiasi  Gubernur Bali atas surat edarannya  untuk mengimbau aparatur sipil negara tidak menggunakan elpiji bersubsidi yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu tersebut,” katanya.

Lanjut dia, dengan adanya penurunan kuota elpiji bersubsidi tersebut,  berdampak terhadap peningkatan konsumsi Bright Gas atau gas nonsusbsidi  kemasan 5,5 kilogram. Lonjakan terjadi cukup signifikan  Agustus 2017 dari 20 metrik ton menjadi 40 metrik ton per bulan. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Musim Panen, Harga Kopi Kintamani Membaik

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>