Pol. PP Cek Dugaan Pengkavlingan Pantai di Nusa Dua

By on September 13, 2017
CEK PANTAI – Pol. PP Badung BKO Kutsel saat mengecek dugaan adanya pemgkavlingan pantai di Nusa Dua.

Nusa Dua, DenPost
Jajaran Tramtib dan Pol PP Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Senin (11/9) ke Pantai Nusa Dua. Kedatangan mereka atas instruksi pimpinan masing-masing guna menindaklanjuti adanya sorotan yang mempertanyakan dugaan adanya pengkavlingan pantai yang dilontarkan salah seorang tokoh Bualu, Nyoman Sueta.Camat Kuta, Made Widiana, saat dimintai konfirmasi via telepon membenarkan telah menginstruksikan tramtib kecamatan bersama Pol.PP untuk turun ke Nusa Dua.
Dia mengaku kaget terkait adanya keluhan tersebut. Karena jika benar informasi tersebut, ditegaskannya tidak boleh dilakukan, sebab pantai merupakan area publik yang bisa diakses dan dimanfaatkan oleh siapa pun.
Namun dari laporan sementara yang diterimanya, katanya pihak hotel yang memasang bendera yaitu Hotel Grand Hyat beralasan kalau itu sebagai tanda tidak boleh berenang bagi tamunya karena berbahaya. Meski begitu dia mengaku akan masih melakukan penelusuran dengan segera mengundang pihak terkait seperti ITDC bersama dengan pihak Hotel Grand Hyatt untuk melaksanakan rapat bersama para kaling, lurah, LPM dan desa adat di kawasan Nusa Dua.
“Sesuai informasi yang didapat staf Tramtib bersama Pol. PP,  katanya tidak ada maksud untuk melarang masyarakat/ tamu lainnya mamanfaatkan fasilitas tersebut, dan tidak pernah memerintahkan pelarangan seperti yg dimaksud sesuai berita di koran,” papar Widiana.
Danru Pol. PP Kutsel, Wayan Suharyana, seizin Kasatpol PP Badung membenarkan dirinya turun ke lokasi bersama sejumlah anggotanya dan Tramtib Kecamatan Kutsel.
Karena belum mendapatkan jawaban detail dari pihak keamanan akhirnya pihaknya bertemu dengan perwakilan manajemen Hotel Grand Hyat.
Suharyana menambahkan, keterangan yang didapatnya dari pihak hotel mengatakan kalau bendera yang dipasang di pinggir pantai bukanlah untuk tanda batasan wisatawan lain, tapi keselamatan  bagi wisatawan agar tidak berenang atau mandi karena ber bahaya. “Katanya sih seperti itu, kami juga sudah laporkan kepada atasan dan pak camat. Entah nanti seperti apa itu beliau yang memutuskan,” ujarnya. (113)

BACA  Peringati May Day, Buruh di Bali Ikut Demo

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>