Pamit Melaut, Pulang Hanya Jukungnya

By on September 12, 2017
CARI KORBAN - Upaya pencarian nelayan I Made Witya oleh Tim SAR Gabungan

Amlapura, DenPost

Tim SAR Gabungan terdiri dari personil Pos SAR Karangasem, Poliar, dan Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) diterjunkan di sepanjang perairan Selat Lombok, Senin (11/9) kemarin. Mereka berpencar guna mencari seorang nelayan asal Banjar Tukad Item, Desa Seraya Timur, Karangasem, I Made Witya (44), yang diduga tenggelam saat melaut.Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian sekitar pukul 10.00 atau berselang 3,5 jam setelah jukung korban ditemukan di perairan wilayah Lombok. Tujuh personil Polair Polres Karangasem dengan ruber boat C2 bergerak dari Pelabuhan Padangbai, dipimpin langsung Kasat AKP Made Wartama. Personil BPBD langsung meluncur ke Pantai Bias Lantang di Banjar Kangin, Seraya Timur tempat korban start melaut. Di sana mereka bergabung dengan personil Pos SAR yang meluncur dari Pantai Jasri, Kecamatan Karangasem.

Kejadian nelayan hilang itu diketahui bermula ketika seorang nelayan bernama Akim (40) menemukan jukung korban terombang-ambing di perairan dekat Lombok, sekitar pukul 07.00. Karena tak ada awaknya, nelayan asal Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Karangasem itu kemudian menarik jukung korban ke Pantai Ujung. Sesampainya di Pantai Ujung sekitar pukul 10.45, Akim menginformasikan temuannya itu kepada I Made Gunara (35), warga Seraya Timur yang kebetulan akan ke Kota Amlapura. Informasi itu selanjutnya diteruskan ke keluarga korban, aparat desa, dan ke BPBD Karangasem.

Salah seorang rekan korban, I Gede Sukarata (42), mengatakan, jukung korban ditemukan dalam kondisi biduk masih terbuka. Korban pergi melaut Minggu (10/9) sore pukul 19.00. Dia berangkat dengan jukung sendiri berbarengan dengan nelayan lainnya. Menurut Sukarata, sejak awal pihak keluarga sudah bingung karena ketika nelayan lain sudah pulang, korban tak kunjung nongol. ‘’Korban biasanya memburu tongkol dan ikan dasar. Bisanya jam 9 pagi saja sudah balik,’’ ungkapnya.

BACA  Sidak Tower, Diskominfo Berbekal GPS Usang

Untuk mencari keberadaan korban, pihak keluarga sudah menempuh jalur niskala. Menurut kakaknya yang juga nelayan, I Putu Rerod (48), dari penerawangan orang pintar adiknya diduga tenggelam di perairan dangkal, di wilayah Gantung-Gantung, Lombok. Di sana ada karang menjorok ke laut yang biasanya menjadi tempat nelayan mancing ikan languan. Berdasarkan hasil penerawangan itu pula, keluarga sudah datang ke sana dengan mengajak penyelam asal Seraya. ‘’Di sana laut dangkal. Kami curiga dia terpeleset, sedangkan jukungnya menjauh karena arus dan tertiup angin,’’ katanya.

Korban dikenal sebagai nelayan handal dan berpengalaman. Menurut Rerod dan nelayan lainnya, jika melaut korban tak hanya mencari languan. Pagi setelah dari Gantung Gantung, bapak tiga anak dan satu cucu itu biasanya pergi ke laut dalam mencari tongkol dan ikan dasar. ‘’Kalau cari tongkol tidak pakai pancing, tapi jaring,’’ jelas Rerod.

Sayangnya, upaya pencarian oleh pihak keluarga belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan yang mengerahkan dua perahu karet juga belum menemukan titik terang. ”Kita lakukan penyisiran di sepanjang Pantai Seraya Timur, namun belum ada hasil,’’ kata Kepala Pos SAR Karangasem, I Wayan Suwena. (117)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>