Minimalisir Potensi Risiko, BBPOM Awasi Pelayanan Tranfusi Darah

By on September 12, 2017
NOTA KESEPAHAMAN - Penandatangan nota kesepahaman terkait pembinaan dan pengawasan pelayanan tranfusi darah  oleh  Ketua Pengurus PMI  Bali, I Gusti Bagus Alit Putra dengan Kepala BBPOM.

Sanglah, DenPost

Pelayanan transfusi darah merupakan pelayanan kesehatan  yang memanfaatkan  darah  manusia  untuk tujuan kemanusiaan dan pengobatan.  Dalam pengolahannya, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali harus  bergerak sesuai dengan standar yang ada dalam regulasi nasional. Karenanya diperlukan pembinaan dan pengawasan  sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh instansi yang berwenang yakni Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).Kepala BBPOM di Denpasar, Endang Widowati, mengatakan, dalam melakukan kegiatan  pelayanan  darah,  BBPOM harus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pelayanan tersebut. Hal itu sesuai  dengan peraturan  Menteri Kesehatan  No. 83 Tahun 2014 Bab IV  dan  peraturan No. 72 Tahun 2015 serta  Perka BPOM  No 10 tahun  2017 tentang  penerapan pedoman cara pembuatan obat  yang baik  di UTD  dan pusat plasmaferesis. “Dalam hal ini kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap  pelayanan darah mulai dari  pemilihan donor hingga darah tersebut distribusikan kepada pasien. Hal ini tentunya untuk meminimalisir  potensi risiko penularan penyakit yang diderita oleh pendonor,” jelasnya. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Pemkab Jembrana Bangun Jembatan Baru

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>