Kafe-kafe di Delod Berawah akan Ditutup

By on September 12, 2017
PENUTUPAN KAFE - Pertemuan guna membahas mengenai penutupan kafe-kafe di Delod Berawah, Mendoyo

Negara, DenPost
Keberadaan kafe-kafe di kawasan Delod Berawah, Mendoyo selama ini menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah rapat di banjar yang dilaksanakan beberapa bulan belakangan ini juga mendesak agar keberadaan kafe-kafe tersebut ditutup.Bendesa Adat Delod Berawah juga sudah mengirim surat ke Pemkab Jembrana Nomor: 25/Dp.Dld/VI/2017, tertanggal 29 Juni 2017, yang menjelaskan bahwa penutupan kafe merupakan keinginan masyarakat Desa Pakraman Delod Berawah berdasarkan hasil paruman dari 6 banjar adat dan umat muslim Desa Delod Berawah. Kemudian Pemkab mendukung pelaksanaan pentertiban, berdasarkan mekanismenya/SOP.
Menindaklanjuti surat tersebut, Senin (11/9) kemarin, di Kantor Camat Mendoyo dilaksanakan rapat Tim Yustisi, terkait permasalahan yang terjadi di Delod Berawah.
Pertemuan dihadiri Asisten I Setda Kabupaten Jembrana, I Made Wisarjita, Kapolres Jembrana yang diwakili Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol Didik Wiratmoko, Dandim 1617/Jembrana yang diwakili Kasdim 1617/Jembrana, Mayor Inf. Ngakan Made Marjana, Camat Mendoyo Gede Sujana, Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, Gusti Ngurah Rai Budi, Kabid Perijinan Kabupaten Jembrana, Ni Nengah Wartini, Kadis Pariwisata Kabupaten Jembrana, Nengah Alit, Perbekel Desa Delod Brawah, Made Rentana, Bendesa Adat Pakraman Delodberawah, Nengah Miledana.
Wisarjita mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari adanya surat dari Bendesa Adat Pakraman Delod Berawah, bahwa Pemkab mendukung keinginan masyarakat sehingga perlu diambil langkah-langkah konkret, untuk merencanakan terkait pembangunan selanjutnya guna mendukung kegiatan pariwisata.
Miledana mengharapkan, keputusan tersebut selalu dikawal karena tidak menutup kemungkinan masih terjadi adanya pro dan kontra dalam penutupan kafe tersebut. Pemerintah daerah diharapkan bisa mengubah wajah Desa Delod Berawah sebagai destinasi wisata, dan tentunya merubah image negatif selama ini.
Perbekel Delod Berawah, Made Rentana, mengatakan, menyikapi pro dan kontra terkait kafe-kafe memang harus diambil langkah tegas. Karena banyaknya hal negatif yang ditemukan, salah satunya dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba, aturan sudah banyak yang dilanggar, sehingga masyarakat sudah tidak menginginkan keberadaan kafe dimaksud terkait dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.
Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol Didik Wiratmoko, mengatakan, sebelum mengambil langkah hendaknya dilakukan sosialisasi sebelumnya agar dalam proses penutupan dapat dipahami pengelola, agar nantinya setelah dilakukan penutupan akan diberlakukan status quo.
“Pemanggilan kepada pihak pengelola selaku pemilik, dengan menanyakan terkait keberadaan kafe dimaksud yang merupakan ilegal, dan langkah lain dengan dilakukannya sweeping-sweeping dengan dasar penegakan Perda yang ada perlu dilakukan,” tambah Kasatpol PP IGN Rai Budhi. (120)

BACA  Libur Hari Raya, Hak Insentif Dipotong

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>