Tertib Administrasi Penduduk

By on September 11, 2017
Tertib Administrasi Penduduk

Pemecutan Kaja, DenPost

Tim gabungan yang terdiri dari prajuru Banjar Adat Kerthasari, pecalang, linmas, Sat Pol. PP Kecamatan Denut, Babinkamtibmas, Tim Kecamatan Denut, staf Desa Pemecutan Kaja dan tokoh masyarakat menggelar tertib administrasi penduduk nonpermanen di wilayah Banjar Kerthasari, Desa Pemecutan Kaja, Denut, Jumat (8/9) malam lalu.Dari hasil tertib administrasi kependudukan tersebut, 3 penduduk nonpernanen dari kabupaten di Bali dan 33 penduduk nonpermanen luar Bali tak memiliki surat tanda lapor diri (STDL) atau ilikita yang dikeluarkan Desa Pakraman Denpasar.

Tim gabungan setelah diberikan arahan oleh Banjar Kerthasari, mulai bergerak pukul 19.30 dengan menyasar rumah-rumah kos atau kontrakan di lingkungan banjar setempat. Tak berselang lama, penduduk nonpermaen yang terjaring tesebut dikumpulkan di Banjar Kerthasari untuk didata.

Camat Denpasar Utara, Nyoman Lodra, didampingi Kasi Pelayanan Umum, Luh Adi, mengatakan tertib adminitrasi penduduk nonpermanen yang dilakukan tesebut untuk mendata penduduk yang tak melaporkan diri di wilayah lingkungan setempat. Dengan tertib adminitrasi penduduk ini, para penduduk tersebut selanjutnya didata untuk mengetahui asal-usulnya begitu juga dengan pekerjaannya.

’’Tertib adminstrasi penduduk nonpermanen ini untuk menciptakan tertib adminstrasi, keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Denpasar Utara,’’ kata Lodra.

Sementara Kepala Dusun Kerthasari, Desa Pemecutan Kaja, I Ketut Senti, menyatakan tertib administrasi penduduk nonpermanen di Banjar Kerthasari sudah berlangsung maksimal, di mana untuk tertib adminstrasi penduduk nonpermanen ini dilaksanakan selama tiga bulan sekali prajuru Banjar Kerthasari. ’’Sebagai kepala dusun saya hanya memberikan dorongan dan motivasi. Ada sebagian masyarakat yang tidak membawa identitas dan saya minta kepada penduduk ini untuk pulang ke kampung halamannya untuk mengurus kependudukannya. Kalau sudah memiliki KTP dan pekerjaan yang jelas dan tempat tinggal yang jelas dan bila perlu ada penjamin dari tuan rumah hal ini berarti aman. Dalam artian aman bagi penduduk bersangkutan, aman bagi tuan rumah dan aman bagi lingkungan,’’ ujar Senti.

BACA  Apel HUT Ke-58 Provinsi Bali di Badung Berjalan Khidmat

Senti menyebutkan bagi penduduk nonpermanen yang tidak melaporkan diri dikenakan STDL dan ilikita yang dikeluarkan desa pakraman. ’’Saya harapkan kepada pemilik rumah kos untuk hati-hati menerima penduduk. Yang jelas identitas dan pekerjaan penduduk ini harus jelas. Kalau semua sudah jelas ini berarti penduduk ini datang ke Denpasar untuk bersaing dengan aman,’’ ucapnya.

Wakil Adat Banjar Kerthasari, I Wayan Sumardika, mengungkapkan tertib adminstrasi penduduk nonpermanen ini sudah menjadi program desa pakraman melalui banjar adat. ’’Sebenarnya kami sudah melakukan tertib adminstrasi penduduk nonpermanen bulan lalu, namun karena ada tim gabungan maka kami kembali melakukan tertib administrasi penduduk yang belum kami jangkau dan yang masih membandel,’’ katanya. (a/112)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>