Kurangi Pupuk Kimia, Buahan Kembangkan Pertanian Organik

By on September 9, 2017
PANEN BAWANG - Bupati Bangli, Made Gianyar saat panen perdana bawang organik di Desa Buahan, Kintamani.

Bangli, DenPost

Guna mengurangi pencemaran Danau Batur akibat penggunaan pestisida (pupuk kimia), petani di Desa Buahan, Kintamani mulai mengembangkan pertanian organik. Budidaya tanaman pangan organik yang dikembangkan dibiayai melalui alokasi dana desa (ADD) tahun 2017. Tanaman organik yang dikembangkan sejauh ini baru berupa bawang merah.Perbekel Buahan, Wayan Suardi, di sela-sela panen perdana bawang organik, Jumat (8/9) mengatakan, pertanian dengan pupuk nonkimia ini dikembangkan kelompok tani pada lahan yang dikontrak pihak desa. Budidaya menggunakan anggaran ADD melalui program pemberdayaan masyarakat. Tujuan pengembangan pertanian organik untuk mengurangi pestisida.

Lebih lanjut Suardi menjelaskan, luas lahan yang dikontrak pihak desa untuk budidaya tanaman organik mencapai puluhan are yang dikerjakan 45 petani. Sementara dana budidaya Rp 52 juta dipergunakan pengadaan bibit, sewa lahan dan pelatihan anggota kelompok. Sementara itu, komoditi yang baru dikembangkan berupa bawang karena waktu tanam sampai panennya cukup pendek yakni dua bulan. ”Dari bibit yang dihabiskan 1.000 kilogram, hasilnya mencapai 8.000 kilogram. Pengembangan ini bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Unud,’’ kata Suardi.

Sementara Bupati Bangli, Made Gianyar didampingi OPD terkait, dalam panen perdana itu sangat mengapresiasi terobosan Desa Buahan. Karena pengembangan pertanian organik sangat sejalan dengan kebijakan Pemkab Bangli dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Bupati Gianyar mengemukakan, penggunaan pupuk kimia berlebihan di sekitar Danau Batur akan sangat membahayakan kualitas air danau. Untuk bisa dikonsumsi, air Danau Batur harus memenuhi baku mutu sehingga tidak membahayakan. ”Penggunaan pupuk kimia merupakan penyebab salah satu pencemaran di Danau Batur. Sekarang perlu dibangun pemahaman untuk penggunaan pupuk organik,’’ ujar Bupati Gianyar.

Bupati Gianyar menambahkan, pertanian organik sudah dikembangkan sejak dulu oleh masyarakat. Budaya ini perlu dikembangkan untuk menciptakan pertanian ramah lingkungan. Selain mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, keseimbangan lingkungan juga tetap terjaga. Hasil pertanian organik ini dikatakan memiliki pangsa tersendiri dari kalangan berkelas. Pemkab Bangli juga bakal memfasilitas proses sertifikasi tanaman organik. ”Penerapan pertanian organik ini perlu dikembangkan desa lainnya,’’ tandas Gianyar. (122)

BACA  Ratusan Koperasi di Bangli Belum RAT

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>