Sampah dari Tiga Kabupaten Ditolak ke TPA Regional

By on September 8, 2017
Sampah dari Tiga Kabupaten Ditolak ke TPA Regional

Bangli, DenPost

Rencana memanfaatkan TPA Regional Bangli sebagai tempat pembuangan sampah dari tiga kabupaten mendapat penolakan. Masyarakat Desa Kayubihi yang menolak sampah dari Kabupaten Karangasem; Klungkung, dan Gianyar khawatir TPA cepat overload. Kondisi itu juga dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap udara dan sumber air di wilayah tersebut.Penolakan pemanfaatan TPA Regional Bangli oleh tiga kabupaten itu mencuat dalam pertemuan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH); Bagian Umum dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bangli bersama Perbekel; BPD, serta tokoh masyarakat Kayubihi, Kamis (7/9) kemarin. Pertemuan yang membahas rencana pengiriman sampah oleh tiga kabupaten tersebut dilaksanakan di TPA Regional.

Perbekel Kayubihi, Ketut Widiana, dalam pertemuan itu menyatakan sangat keberatan dengan rencana tersebut. Dia membeberkan, dari segi kapasitas, TPA Regional Bangli tidak akan mampu menampung sampah dari kabupaten tetangganya. Karena untuk menampung sampah dari Kabupaten Bangli saja, TPA sudah cukup penuh. Pihaknya khawatir jika rencana itu dipaksa direalisasikan akan menyebabkan benturan. ‘’Dari segi tempat dan sarana TPA Regional tidak mendukung untuk menampung sampah dari kabupaten lain,’’ ujarnya.

Penolakan juga dilontarkan Ketua BPD Kayubihi, Wayan Aman. Kata dia, jika TPA Regional juga dimanfaatkan oleh Kabupaten Klungkung, Karangasem, dan Gianyar, volume sampah dikhawatirkan overload. Kekhawatiran lainnya akan memunculkan masalah pencemaran. Karena di lokasi sekitar TPA terdapat mata air yang dimanfaatkan warga. Tambah dia, kalau hanya dimanfaatkan oleh Kabupaten Bangli, pihaknya tidak akan mempermasalahkan. ‘’Kalau ada kiriman sampah dari kabupaten lain kami menolak,’’ tegasnya.

Tak hanya itu, Ketua LPM Kayubihi, Merta Suteja, juga menyatakan menolak rencana pengiriman sampah oleh tiga kabupaten tersebut, selain Bangli. Alasan penolakan karena Kayubihi hanya akan mendapatkan sampahnya saja tanpa kontribusi dari kabupaten lainnya. Lanjut dia, di TPA Regional juga tidak ada alat pengolah sampah sehingga dikhawatirkan cepat penuh. Sehingga melalui forum tersebut tokoh masyarakat sepakat keberatan dengan rencana itu.

BACA  PKK KB-Kes Kelurahan Penatih Dievaluasi Provinsi Bali

Menyikapi penyampaian tersebut, Kadis DLH Ida Ayu Yudi Sutha yang memimpin pertemuan akan menyampaikan aspirasi itu ke Bupati Bangli dan Pemprov Bali. Dia juga sepakat dari segi kapasitas, TPA ini tidak cukup untuk menampung sampah kabupaten lain. Karena Bangli yang sehari menghasilkan sampah 180 kubik sudah menghabiskan tempat dua lokal. (122)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>