Ini Delapan Calo Tiket Terminal Ubung yang Berhasil Digaruk Polisi

By on August 29, 2017
Calo Tiket Dituntut 17 Tahun
Ubung, DenPost
Delapan orang calo tiket bus angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Ubung, Denpasar, Selasa (29/8), diciduk anggota Polsek Denpasar Barat (Denbar). Mereka yang diamankan yaitu Muhammad Rozikin (22) asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim); Suparlan (55) asal Jember;  Muhammad Riski Kamaludin (20) asal Jakarta; Moh Mashuri  (24) asal Banyuwangi; Risal Apri Cahyono (30) dari Lumajang; Komang Sudiarta (34) asal Karangasem; Bambang Utomo (46) asal Banyuwangi; dan I Nyoman Juwita (44) asal Klungkung. Setelah diciduk, mereka kemudian digiring me mapolsek untuk didata dan dimintai keterangan, namun tidak dilakukan penahanan. “Dilakukan pembinaan saja,” kata Kapolsek Denbar, Kompol Gede Sumena.

Selain dibina, mereka diharuskan membuat surat pernyataan yang intinya tak lagi melakukan kegiatan pencaloan tiket. Sementara terkait kepemilikan sajam pada kedelapan orang tersebut nihil ditemukan. (128)

Komentar

Komentar

BACA  SMAN 1 Denpasar Batal Gelar Simulasi UNBK

About Surya

One Comment

  1. Arya

    September 2, 2017 at 1:22 PM

    sebagai pintu utama masuk bali melalui jalur darat menggunakan bis, terminal ubung memiliki peranan sangat penting dan menjadi cerminan dalam dunia pariwisata bali.

    Bali yang masih berkembang dan mencoba terus mengenalkan dan meratakan sektor pariwisata dengan berbagai destinasi wisata baru dengan berbagai fasilitas pendukung serta keamanan dan kenyamanannya, justru tidak tercermin pada pintu keluar masuk utama di terminal ubung.

    Sebagai tempat umum dan berkumpulnya orang banyak, terminal ubung sudah di standari pihak dinas keamanan yaitu polisi dan dinas terkait yaitu dinas perhubungan(dishub) . Tapi faktanya, dengan didirikan kantor di area terminal, justru kontribusi ke 2 pihak perwakilan pemerintahan ini terlihat tidak efektif dengan ditandai dengan banyak ada calo tiket di terminal ubung.

    Bukan masalah calo yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan calon pengguna bus. Tapi rahasia umun dimana tindak kasar, memaksa dan mengancam serta memberikan harga selangit merupakan keseharian yang sudah membudaya dan menjadi citra terminal ubung belakangan ini, sungguh sangat tidak bisa ditoleransi.

    Sebagai warga bali yang bekerja di sektor pariwisata, saya sangat malu bahwa bali yang saya cintai dan saya banggakan ternyata memiliki citra negatif dibalik cerita keindahan alam bali serta gembor-gembor promosi wisata bali yang mengenalkan bali secara sempurna tanpa cacat sedikitpun. Tapi ketika ditanya masalah calo diterminal ubung yang lebih terkesan seperti pemerasan, menarik leher baju, hingga mengancam pemukulan benar-benar membuat saya speechless. Dan itu dilakukan para calo dari luar pulau dewata yang dibekingi preman pribumi terminal.

    Pencidukan para calo ini, merupakan tindakan positif aparatur hukum untuk menjaga nama bali dan mendukung promosi positif kepariwisataan bali. Bukan saja pembinaan, mohon untuk selanjutnya tidak ada lagi kabar berita adanya calo lagi diterminal ubung atau setidaknya tidak ada lagi ancaman, pemerasaan yang diterima oleh para pengguna bus diterminal ubung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>