Libatkan Desa Adat, BI Gencar Awasi KUPVA Ilegal

By on August 23, 2017
Libatkan Desa Adat, BI Gencar  Awasi KUPVA Ilegal

Renon, DenPost

Bank Indonesia Provinsi Bali gencar melakukan pengawasan terhadap Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA)  illegal  yang beroperasi di Bali. Hal tersebut dilakukan guna  mengantisipasi kecurangan- kecurangan yang mungkin  terjadi.Selain itu,  penertiban juga dilakukan dalam  rangka mencegah pemanfaatan  untuk pencucian uang, pendanaan terorisme, transaksi narkoba  maupun kejahatan lainnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, Rabu (23/8), mengatakan, dalam hal  pengawasan,  BI juga  menyamakan persepsi, koordinasi dan komunikasi dengan desa adat. Hal itu  karena desa adat khususnya yang di daerah pariwisata dianggap lebih mengetahui situasi KUPVA di lingkungannya. “ Dengan persamaan persepsi dan koordinasi ini kami harapkan mereka menjaga daerah wisata agar tertib,  termasuk KUPVA maupun transkasi lainnya. Jangan sampai penipuan terjadi, karena jika itu terjadi maka dampaknya akan ke mana-mana,” tegasnya.

Selain itu, Causa juga mengaku berkoordinasi dengan Polda Bali, Polres Badung dan Polresta Denpasar terkait monitoring  KUPVA tidak berizin tersebut. “Utamanya mereka yang nakal atau sudah diperingati tapi tetap operasional,” katanya. Dia menyarankan  pelaku usaha yang belum memiliki izin agar segera mengajukan permohonan perizinan sehingga ke depannya bisa tetap beroperasi.  “Perizinan tersebut sangat penting. Dengan perusahaan tersebut sudah mengantongi izin, secara otomatis harus melakukan  pelaporan sehingga   dapat memudahkan dalam pengawasannya,” pungkasnya. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Finns Beach Club Berawa ”Di-pelaspas”

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>