Penusuk Tentara Dihukum 4 Tahun, Kodam Tunggu Sikap JPU

By on August 10, 2017
ilustrasi
Denpasar, DenPost
Empat dari enam tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan tewasnya anggota TNI, Prada Yanuar Setiawan, Kamis (10/8) menjalani sidang putusan di PN Denpasar. Dalam persidangan yang kini berlangsung terbuka untuk umum juga dipantau personel tentara baik berpakaian preman maupun berseragam resmi.

Empat terdakwa yang menjalani sidang vonis yakni anak anggota DPRD Bali, terdakwa DKDA (pelaku utama penusukan), dan tiga terdakwa lain, berinisial KCA, CI, dan KTS. DKDA dihukum dengan pidana penjara selama 4 tahun. Menurut majelis hakim yang dipimpin Agus Walujo Tjahjono, DKDA dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat 2 ke -3 KUHP tentang kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU sebelumnya yang menuntut terdakwa dengan hukuman 5,5 tahun penjara.

Sementara terdakwa lainnya yakni CI divonis pidana 2 tahun penjara atas perkara TKP 2 di depan rumah makan Laota dengan korban Jauhari. Sedangkan pada TKP 1, samping halte bus Sarbagita dengan korban Prada Yanuar, terdakwa kembali dihukum pidana satu tahun dan enam bulan atau 1,5 tahun penjara. Dari dua berkas perkara itu, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat 2 ke 2 KUHP. Vonis ini lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU sebelumnya yang menuntut terdakwa dengan hukuman pidana 3 tahun penjara pada TKP 2 serta pidana 2 tahun pada aksi di TKP 1.
Sedangkan dua terdakwa lainnya KTS dan KCA, sama-sama divonis hukuman pidana sembilan bulan penjara.

Terhadap putusan ini, ketiga terdakwa (CI, KCA, dan KTS) didampingi masing-masing penasehat hukum sepakat menerima putusan tersebut. Sedangkan JPU Made Ayu Citra Mayasari yang menuntut terdakwa DKDA mengatakan masih pikir-pikir. Begitu juga dengan penasihat hukum terdakwa menyatakan masih pikir-pikir.

BACA  Air danau Meluap, Puluhan Rumah Warga Terunyan Terendam

Atas putusan majelis hakim, Kepala Bidang Hukum Kodam IX/Udayana, Kolonel CHK Budiono, mengaku masih menunggu sikap JPU. “Pasrahkan proses yang diwakilkan JPU yang mengatakan akan pikir-pikir dulu dalam waktu tujuh hari. Kami akan monitor dalam waktu itu, apa bentuk sikap JPU apakah nanti menerima atau banding,” tegasnya. (128)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>