Dosen Bergelar Doktor Gelapkan Uang Koperasi Sebesar Rp 15 M

By on August 10, 2017
PENGGELAPAN - Tersangka kasus penggelapan saat ditunjukkan polisi.
Kereneng, DenPost
Seorang guru besar ilmu manajemen ekonomi di salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar, I Made Da (42), ditangkap lantaran diduga melakukan penggelapan dan penipuan uang milik ratusan nasabah koperasi. Tak tanggung-tanggung jumlah uang yang digelapkan mencapai Rp 15 miliar.

Tersangka bergelar doktor dan pembina koperasi di wilayah Tegallalang ini, menjabat sebagai sekretaris di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Putra Amerta, yang berlokasi di Banjar Pujung, Sebatu. Koperasi tersebut didirikan tersangka dan temannya berinisial I Wayan S, yang menjabat sebagai ketua, pada 2004 silam. Dari awal berdiri hingga sekarang koperasi yang memiliki 200 orang nasabah itu belum terdaftar di Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Namun karena tersangka berlatar belakang pendidikan tinggi di bidang ilmu ekonomi sekaligus dosen, banyak orang percaya dengan koperasi itu,” kata Kasubdit II Dit. Krimum Polda Bali, AKBP Gede Nyoman Arta, Kamis (10/8).

Meski koperasi itu diketuai Wayan S, namun segala keputusan berada di tangan tersangka I Made Da. Di koperasi yang bergerak dalam bidang simpan pinjam itu, mempekerjakan 4 orang karyawan dan yang menjabat sebagai bandahara istri Wayan S.
Modus tersangka, memancing para nasabah agar menyimpan uang di Koperasi Putra Amerta dengan suku bunga tinggi. Untuk tabungan bunganya 0,75 persen per bulan. Sedangkan deposito bunganya 12 hingga 14 persen per-tahun. “Selain masyarakat umum, banyak juga korbannya pemilik koperasi di wilayah Tegallalang. Tersangka selaku salah satu pembina koperasi di kecamatan, membuat pemilik koperasi lainnya percaya menaruh uang di koperasi yang dikelola tersangka,” imbuhnya.
Tersangka I Made Da, ditahan di Mapolda Bali sejak 24 Juli 2017 lalu. Kasus tersebut teruangkap pada 2015 lalu, setelah para nasabah yang menaruh uangnya tidak mendapatkan bunga. Kemudian saat uangnya ditarik, pihak koperasi mengaku sudah tidak ada uang lagi. “Ada nasabah yang menaruh uang di koperasi itu hingga Rp 500 juta. Uang para nasabah berjumlah  Rp 15 miliar sudah habis entah kemana,” ucapnya.
Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan UU nomor 10 tahun 1998 tentang tindak pidana perbankan pasal 46 ayat 1 dan 2 Jo pasal 16 dan pasal 378 KUHP dan pasal 374 KUHP Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (124)

Komentar

Komentar

BACA  Polisi Mulai Selidiki SK Mutasi Bodong

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>