Pasokan Menipis, Harga Daging Ayam Melonjak

By on August 7, 2017
DAGING AYAM - Pedagang daging ayam mengeluhkan melonjaknya harga daging ayam.

Denpasar, DenPost

Sejak  satu minggu  terakhir,  sejumlah pedagang daging ayam mengeluhkan kenaikan harga daging ayam. Peningkatan harga tersebut akibat menipisnya pasokan yang masuk ke pasar.“Kenaikan harga terjadi secara bertahap mulai dari Rp 32 ribu per kilogram dan saat ini sudah mencapai Rp 38 ribu per kilogram,” ujar  Gusti Ayu, salah satu pedagang  daging ayam di Pasar Badung, Senin (7/8).

Dikatakannya,   harga normal daging  ayam di pasaran biasanya berkisar Rp 28 ribu – Rp 30 ribu per kilogram.

Akibat peningkatan harga tersebut, penjualan pun mengalami penurunan. Sebelumnya Gusti Ayu mengaku bisa menjual hingga 300 kilogram per hari, namun belakangan ini hanya setengahnya.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler  Bali,  I Ketut Yahya Kurniadi, mengatakan, kenaikan harga ayam  hidup terjadi secara nasional. Dikatakannya, saat ini harga ayam hidup di kandang  untuk di Bali sudah mencapai Rp 24 ribu per kilogram.

Kelangkaan stok tersebut, kata dia, disebabkan bibit ayam (day old chicktidak bisa masuk karena sebelumnya  ayam di kandang mengalami  penumpukan stok. “Karena penumpukan stok di kandang secara otomatis  DOC tidak bisa masuk.  Bahkan  karena penumpukan stok tersebut, ayam yang  mestinya bisa dijual di usia 35 hari saat itu hingga mencapai 70 hari. Akibat hal tersebut kami dari asosaiasi terpaksa menjual ayam ke Jawa Timur dan itu memerlukan banyak biaya serta perizinan,” keluhnya. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Opini Bali Edisi 15 Februari 2017

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>