Gaung Gerakan Literasi Sekolah Nyaris Meredup

By on August 7, 2017
Putu Rumawan Salain
Dangin Puri, DenPost
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang diluncurkan seiring dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, harus dilakukan terus menerus.

‘’Jangan sampai ingar bingar GLS hanya di awal, tetapi setelah itu mulai kehabisan energi dan akhirnya melempem,” ujar pengamat pendidikan, Putu Rumawan Salain, Senin (7/8).

Menurut Rumawan, sosialisasi, bimbingan teknis (bimtek) dan berbagai kegiatan lainnya dilakukan untuk menumbuhkan minat minat baca tersebut. Selain itu, pemerintah membuat semacam sekolah percontohan sebagai sekolah penggerak literasi.
‘’Hal tersebut pada dasarnya hal yang baik. Semangat guru penggerak literasi dan semangat siswa yang dibinanya patut diberi apresiasi. Walau demikian, semangat mereka perlu dipelihara, jangan dibiarkan sendiri, tetapi perlu didukung dan dibina, utamanya oleh pemerintah dan kepala sekolah,’’ katanya.
Rumawan menyebutkan, Pemerintah Provinsi Bali melalui Disdik Bali, maupun Pemkab/Pemkot se-Bali melalui Disdikpora kabupaten/kota, wajib mengembangan GLS disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Misalnya pada jumlah dan jenis buku yang wajib dibaca oleh siswa. Menurut dia, jangan terlalu banyak tugas yang justru memberatkan siswa.
‘’Bagaimana siswa mau menyenangi aktivitas membaca kalau banyak tugas yang harus dikerjakannya? Biarlah mereka mulai menyenangi dulu membaca, jangan diminta tagihan ini dan itu,’’ imbuhnya. (123)

Komentar

Komentar

BACA  Puncak HUT Ke-229 Kota Denpasar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>