Kehilangan Ratusan Siswa, Sekolah Swasta Ancam Tak Ikut Kegiatan Tujuh Belasan

By on August 1, 2017
Dampak Ancaman Erupsi, Sekolah Zona Aman "Overload"

Gianyar, DenPost

Dampak Pergub tentang Penerimaan  Peserta Didik Baru (PPDB) yang membuka PPDB gelombang kedua, membuat ratusan siswa yang sebelumnya diterima di SMP swasta pindah ke sekolah negeri. 21 SMP swasta yang ada di Kabupaten Gianyar, tahun ini kehilangan 700 lebih siswa, karena pindah ke sekolah  negeri.Terhadap masalah ini, Perhimpunan SMP Swasta se-Kabupaten Gianyar mengancam tidak akan mengikuti kegiatan Dinas Pendidikan Gianyar dalam rangka menyambut bulan Kemerdekaan RI.

Kepala SMP Swasta Keramas, I Wayan Sudira, menyebut hal ini terjadi akibat pemahaman yang keliru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar terkait Pergub PPDB yang baru dikeluarkan itu.

Menurut Sudira, dalam  Pergub itu mencantumkan gelombang kedua dalam PPDB untuk SMA/SMK, namun realisasinya malah dijadikan dasar untuk menggiring siswa SMP swasta yang ada di Gianyar beralih ke negeri. Sudira mengaku, awalnya sekolahnya mendapatkan 192 siswa. Dengan aturan baru, siswanya pindah 66 orang sehingga masih bertahan 126 orang. Menurut Sudira, kondisi ini diperparah desakan DPRD Gianyar dengan  penambahan rombongan belajar (rombel) di sejumlah SMP negeri.

Atas kondisi ini, perhimpunan SMP Swasta se-Gianyar sepakat melaporkan kasus ini ke Ombudsman RI pada 11 Juli lalu. Dan pada 18 Juli, pihaknya dipanggil ke kantor ORI untuk dimintai keterangan. Sudira bersama seluruh SMP swasta di Kabupaten Gianyar sepakat untuk tidak terlibat dalam kegiatan menyambut 17 Agustus tahun ini, meski pihaknya sudah memperoleh surat undangan dari Dinas Pendidikan Gianyar.

Sekretaris Pendidikan (Sekdisdik) Gianyar,  Wayan Sadra, mengatakan, saat PPDB  di Kabupaten Gianyar, terdapat 7.000 lebih calon siswa SMP, sementara kuota hanya 5.000 untuk sekolah SMP negeri. Pihaknya pun mengakui berupaya agar bisa menampung 2.000 siswa ini ke SMP negeri. Sadra membeberkan keterbatasan sarana sejumlah SMP swasta di Gianyar, salah satunya pihak sekolah masih menyewa lahan untuk sekolah, sehingga biaya sewa dibebankan kepada siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Gianyar memberlakukan  PPDB gelombang kedua untuk bisa menampung 2.000 lebih siswa ke sekolah negeri. Diakuinya upaya ini sudah membuat sekolah swasta kekurangan siswa.

BACA  Opini Bali Edisi 14 Maret 2016

Disinggung soal ancaman tidak akan mengikuti kegiatan Dinas Pendidikan Gianyar dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan RI, Sadra menegaskan Dinas Pendidikan Gianyar memiliki kewenangan mencabut izin operasional. (116)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>