Minat Bertani Menurun, Produksi Garam Bali Merosot

By on July 30, 2017
Minat Bertani Menurun,  Produksi Garam Bali Merosot

Sanur, DenPost

Produksi garam di Bali sejak tahun 2016 mengalami penurunan sekitar 6,61 persen. Dari 11.554 ton di tahun 2015, kini turun menjadi 10.790 ton.  Penurunan jumlah produksi  tersebut salah satunya dipengaruhi  berkurangnya minat masyarakat untuk bertani garam.“Menurunnya minat masyarakat menjadi petani garam inu karena dilihat dari sisi pendapatan yang  sangat minim,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Made Gunaja, Minggu (30/7). Dikatakannya, jumlah petani garam saat ini tergolong sedikit yakni hanya berjumlah 470 orang yang tediri dari 409 orang petani garam, sedangkan 61 orang pengolah untuk dijadikan garam halus. Menurut Gunaja, produksi garam berpotensi di setiap daerah di Bali  kecuali Kabupaten Bangli karena tidak memiliki laut.

Harga garam yang  tidak memadai juga menjadi pemicu menurunnya jumlah petani garam.  Seperti misalnya tahun 2016 lalu, petani garam di Buleleng, dikatakannya mampu memproduksi garam sebanyak 8,672 ton, namun pada saat itu, garam krosok yang diproduksi petani hanya dihargai Rp 500 per kilogram. Harga murah ini dikarenakan persaingan harga garam krosok dari Pulau Jawa. “Hal inilah yang membuat bertani garam bukan dijadikan pekerjaan pokok oleh masyarakat. Selain itu, petani garam di Bali adalah masyarakat yang sudah berumur dan tidak ada regenerasi, sehingga jumlahnya pun terus berkurang,” tuturnya.  (126)

Komentar

Komentar

BACA  Usaha Ilegal Diimbau Urus Izin Operasi

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>