Harga Kol Jatuh, Petani Terunyan Merugi

By on July 26, 2017
TANAMAN KOL - Tanaman kol di Terunyan, Bangli.
Bangli, DenPost
Petani kol di Banjar Cemara Landung, Desa Terunyan, Kintamani mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat harga kol jatuh. Harga kol hanya Rp 1.500 per kilogram. Kondisi yang sudah terjadi sejak sebulan terakhir dipicu masa panen yang bersamaan dengan daerah penghasil lainnya.

Menurut petani kol, Made Pusat, sebelumnya harga kol di tingkat petani cukup bagus berkisar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram. Harga tersebut terjadi saat bulan Mei lalu. Tetapi tak lama menikmati harga yang bagus, harga kol kini jatuh. “Harga itu sudah sangat rendah. Petani mengalami banyak kerugian,” ujar Pusat, Rabu (26/7).

Diterangkan, petani mengalami kerugian yang tidak sedikit karena biaya pemeliharaan kol cukup tinggi. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, petani tidak cukup hanya melakukan penyiraman dan pemupukan, tetapi juga memberikan obat-obatan. Selain itu, kata Pusat, harga bibit kol juga cukup mahal. Untuk menanam 10 ribu kol dibutuhkan biaya Rp 4 juta plus biaya obat-obatan dan pemeliharaan.  (122)

Komentar

Komentar

BACA  Lima Desa Bakal Ikut Pilkel Serentak 2018

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>