Palsukan Akta Tanah, Notaris Dituntut 18 Bulan

By on July 17, 2017
ilustrasi
Denpasar, DenPost
Eunika Wahyu Praseyanti (54), oknum notaris yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan surat akta jual beli tanah, Senin (17/7), dituntut dengan hukuman penjara selama 18 bulan. Dalam sidang yang dipimpin Esthar Oktavi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Putu Suparta Jaya menilai terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memalsukan surat berupa akta otentik sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 264 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diterangkan jaksa, terdakwa tidak menikmati keuntungan atas perbuatan yang dilakukan dan tersangka utama dalam perkara ini (Oktoviana Sarah Tangduli) yang menikmati hasil dari perbuatan ini masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO). “Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian bagi orang lain dalam hal ini saksi korban Fike Stania,”beber jaksa. Terkait tuntutan tersebut, terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi).

Sebelumnya dalam dakwaan terungkap, kasus ini bermula dari adanya jual beli sebidang tanah dengan sertifikat hak milik Nomor 8683/Kel Benoa seluas 205 M2 atas nama pemilik I Wayan Mudra dan Made. Tanah tersebut dibeli Fike Stania dengan memakai jasa terdakwa sebagai notaris pada Tanggal 4 Maret 2010. Saat itu Akta jual beli sudah ditandatangani oleh kedua pihak, namun belum diberikan Nomor.

Lalu, terdakwa melakukan penundaan saat proses pengalihan hak atas tanah tersebut dari pemilik I Wayan Mudra dan I Made Sendra kepada pihak pembeli Fike Stania atas permintaan Rodney John Diggle melalui Ni Ketut Trisnamwati dengan alasan ada permasalahan keluarga antara Fike Stania dengan Rodney  John Diggle.
Karena ingin membangun Villa di atas tanah itu, Fike Stania meminta terdakwa untuk memberikan nomor dan tanggal pada akta jual beli tersebut sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian, akta jual beli yang sudah diberika Nomor 55/2010 tanggal 11 Agustus 2010 itu digunakan sebagai syarat untuk mengajukan permohonan IMB oleh Fike Stania melalui kuasa hukumnya Putu Darmayasa ke pihak di Dinas Cipta Karya Badung. Kemudian terbit IMB/ Nomor 060/tanggal 27 Juni 2011 atas nama Fike Stania.
Selanjutnya, karena ingin membangun kolam renang dan teras yang digunakan sebagai ruang makan di Villa itu, Fike menyewa tanah milik Ni Ketut Trisnawati yang kebetulan bersebelahan dengan villa itu. Tanah sewa yang seluas 109 M2 itu dibagi menjadi 70 M2 untuk kolam renang dan 39 M2 dijadikan teras, dengan akta sewa menyewa Nomor 20 tanggal 16 November 2010 antara Ketut Trisnawati dengan Fike Stania dan Rodney John Diggle yang dibuat di hadapan terdakwa sebagai notaris. Tanah itu disewa selama 25 tahun dari tanggal 16 November 2010 sampai 2035 dengan nilai Rp 25.000.000 per tahun.
Masalah mulai muncul ketika Roedney John Diggle dan Fike Stania resmi bercerai pada tanggal 7 Februari 2012 di Australia. Pada tanggal 28 Desember 2012, Oktaviana Sarah Tangduli yang mengaku sebagai pacar dari Roedney John Dinggle mendatangi kantor terdakwa untuk meminta mengganti akta jual beli Nomor 55/2010 tanggal 11 Agustus 2010 atas nama Fike Stania menjadi Oktaviana Sarah Tangduli dengan alasan uang pembelian tanah itu berasal dari Roedney. “Pada mulanya terdakwa sempat menolak permintaan dari perempuan bernama Sarah itu. Namun karena terus didesak terdakwa kemudian mengganti nama akta jual beli tersebut mengunakan mesin ketik ,” beber jaksa.
Berdasarkan hasil BAP pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Barang Bukti Dokumen LAB 711/DCF/2015 tanggal 5 Oktober 2015 Forensik Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa pada QD atau akta jual beli no. 135/2012 tertanggal 28 Desember 2012 terdapat penghapusan secara fisik terhadap tanda tangan dan tulisan ketik kemudian diganti dengan tandatangan dan tulisan ketik baru sesuai dengan uraian dalam pemeriksaan, dan QTK A adalah produk QMK atau dengan kata lain, tulisan ketik yang tidak terhapus pada QD merupakan produk mesin ketik merk Oliveti Linea 98. (128)

Komentar

Komentar

BACA  Mantan Bendesa Korupsi Dana Bantuan untuk Beli Narkoba

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>