Puluhan Ton Ikan di Terunyan Juga Mati

By on July 16, 2017
MATI - Ikan-ikan yang mati terlihat mengambang di Danau Batur.

Bangli, DenPost

Semburan belerang yang kembali terjadi di Danau Batur, Kintamani sejak beberapa hari lalu meluas hingga ke Desa Terunyan. Puluhan ton ikan yang dipelihara petani setempat dalam keramba jaring apung (KJA) mati. Kerugian yang dialami petani sangat tinggi mencapai ratusan juta rupiah.Informasi yang dihimpun DenPost, semburan belerang awalnya muncul di wilayah Desa Kedisan, Buahan dan Abang Batundinding. Ledakan hebat akibat cuaca ekstrem di dasar danau menyebabkan ribuan ikan milik petani keramba di Dusun Dukuh, Abang Batundinding mati keracunan. Musibah itu mengakibatkan petani ikan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Tetapi sejak dua hari terakhir, semburan belerang meluas hingga ke Desa Terunyan yang mengakibatkan berton-ton ikan yang dipelihara warga dalam keramba juga mati.

Menurut pemilik keramba, Nengah Guantara, semburan belerang muncul sejak dua hari lalu. Semburan terjadi tengah malam sehingga ribuan ikan mati. ‘’Sekarang bangkai ikan berserakan di tengah danau,’’ ujarnya, Minggu (16/7). Dikatakannya,  ukuran ikan yang mati akibat musibah tersebut bervariasi. Sebagian ikan yang mati sudah siap panen bahkan ada yang berukuran tanggung dan baru  bibit.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Wayan Sukartana,  mengatakan, letupan belerang di Danau Batur terjadi sejak tanggal 11 Juli lalu. Pihaknya sudah melakukan upaya pengawasan termasuk memeriksa kadar air di dua lokasi pada pada Kamis (13/7) lalu. Hasilnya air yang diambil di Desa Kedisan mengandung  Dissolved Oxygen/oksigen terlarut (DO) 6, 47; suhu 25 derajat celcius; PH 5 dan mengandung sulfur 0,04. Sedangkan di Abang Batudinding air mengandung DO 3; suhu 25,0 derajat celcius; PH 5 dan sulfur 0,08. Dari hasil tersebut, kata Sukartana, kondisi oksigen dalam air sangat rendah.  Kandungan tersebut di bawah normal dengan kandungan sulfur yang tinggi. ‘’Inilah yang menyebabkan kematian ikan,’’ katanya. (122)

BACA  Aktivitas Galian Paras Dihentikan

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>