Terkuak, Napi Kabur Dibantu Dua Orang Luar

By on July 13, 2017
REKONSTRUKSI - Rekonstruksi napi kabur di LP Kerobokan.

Kerobokan, DenPost

Satgas Counter Transnational an Organized Crime (CTOC) Polda Bali bersama Polres Badung menggelar reka ulang kaburnya empat narapidana (napi) LP Kerobokan, Kamis (13/7). Dari reka ulang 68 adegan tersebut, terkuat ada dua orang luar selaku teman yang membantu kaburnya empat napi asing tersebut.Reka ulang dipimpin Wadireskrimsus Polda Bali, AKBP Ruddi Setiawan. Dihadirkan dua napi, Dimitar Nikolov Eliev alias Kermi asal Bulgaria dan Sayed Mohammed Said asal India. Sedangkan dua orang lagi,

Tee Kok King asal Malaysia dan Shaun Edward Davidson yang masih buron perannya digantikan petugas. Dari hasil rekonstruksi, mereka memerlukan waktu hampir lima jam untuk lolos dari dalam Lapas.
Adegan pertama diawali napi Dimitar yang menelepon seseorang yang tinggal di luar berinisial A untuk dipesankan tiket pesawat, sekitar pukul 22.00, Minggu (18/6).  Kemudian adegan pengecekan jumlah tahanan oleh regu jaga (sipir) malam. Saat itu keempat napi masih berada di kamarnya masing-masing.
Usai pengecekan itu, Tee Kok King memanggil ketiga orang itu ke kamar No. 2 Wisma Bedugul yang ditempatinya. Mereka kemudian keluar blok lewat plafon yang kebetulan rusak.
Mereka kemudian menuju belakang klinik secara beriringan. Shaun membuka beton penutup lubang pembuangan air bekas gorong-gorong. Kemudian Tee Kok King langsung masuk ke lubang. Namun lubang tersebut penuh dengan air karena saat itu sedang hujan deras.
Mereka kemudian secara gotong royong menguras air yang tercampur tanah dengan ember bekas cat. Setelah berhasil menguras air, selanjutnya keempat napi masuk ke dalam gorong-gorong secara bergantian. Diawali Shaun, disusul Tee Kok King, Sayed dan Dimitar.
Setelah berhasil keluar, mereka terpisah jadi dua. Sayed dan Dimitar bersama-sama mengganti pakaiannya di bangunan proyek yang ada di barat lorong tersebut. Pakaian itu sudah dibawa dan dipersiapkan sebelumnya oleh mereka dari dalam LP. Sedangkan dua rekannya, Shaun dan Tee Kok King pergi tapi tak diketahui ke arah mana.
Usai ganti pakaian, Sayed dan Dimitar berjalan kaki selama 20 menit ke arah Selatan, dari Jl. Mertanadi menuju Jl. Sunset Road, Kuta. Mereka menghentikan taksi menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Dalam perjalanan ke bandara, kedua napi ini sempat berhenti di depan Alfamart dekat patung Kuda,Tuban. Di sana mereka menemui seseorang berinisial NO yang juga warga asing. Selanjutnya NO menyerahkan koper warna hijau, uang Rp 25 juta dan 1.000 dollar. Tiba di Bandara Ngurah Rai, kedua napi turun di depan terminal keberangkatan domestik. Mereka sudah ditunggu pria berinisial A yang sebelumnya dihubungi Dimitar untuk pesan tiket pesawat. A ini sebelumnya juga mantan napi di LP. A hanya menyerahkan boarding pass pada kedua napi, karena urusan administarasi dan pendaftaran di maskapai sudah dilakukan A lebih dulu. Atas jasanya, Dimitar memberikan imbalan uang Rp 10 juta.

Selanjutnya, pesawat Lion Air rute Denpasar-Kupang yang akan ditumpangi kedua napi itu sempat mengalami penundaan keberangkatan hampir 5 jam. Mereka akhirnya baru berangkat pukul 13.55.  (128)

BACA  Lagi, Wilantara Jalani Sidang Vonis

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>