Warga Kurang Mampu Bisa Ajukan Tarif Listrik Bersubsidi

By on June 19, 2017
ilustrasi

Renon, DenPost

Pemberlakuan tarif nonsubsidi untuk pelanggan PLN dengan daya listrik 900 VA  sejak  Januari 2017 lalu banyak menuai keluhan dari masyarakat. Hal itu diakui Deputi Manajer Kemunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra, Senin (19/6).  “Ada keluhan yang disampaikan secara lisan, namun tidak terlalu signifikan. Untuk diketahui, kenaikan tariff listrik ini bukan kebijakan dari PLN namun dari pemerintah yang disesuaikan dengan tariff adjustment,” paparnya.

Dikatakannya, bagi masyarakat yang merasa tidak mampu namun dikenakan tarif nonsubsidi, bisa melapor  ke kelurahan atau desa masing-masing. “Apabila pelanggan tergolong masyarakat kurang mampu dan masuk dalam basis data terpadu (BDT) Tim Nasional Percepat Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) serta diajukan ke PLN, maka akan dikenakan kembali tarif subsidi,”  katanya.

Untuk diketahui, tarif nonsubsidi bagi pelanggan listrik 900 VA telah berlaku secara bertahap dari Rp 605 per kWh menjadi Rp 791 per kWh  di awal  Januari 2017.  Selanjutnya,  kenaikan  tahap kedua di bulan Maret menjadi  Rp 1.034 per kWh dan tahap ketiga yang  berlaku Mei dengan tarif
Rp 1.352 per kWh.  (126)

Komentar

Komentar

BACA  Libur Nyepi, BNI Siapkan Rp 130 Miliar Uang Tunai

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>