Sumber Air Mengecil, Danu Kertih Direncanakan Digelar di Danau Batur

By on May 14, 2017
Danau Batur, Kintamani. Hampir tiga tahun pelaksanaan upacara darma kertih telat sehingga berpengaruh pada sumber air di Bali.

Bangli, DenPost

Upacara danu kertih (bakti pakelem) untuk menjaga sumber mata air diharapkan rutin dilaksanakan setiap lima tahun. Jika upacara danu kertih telat bahkan tidak dilaksanakan, dikhawatirkan akan berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan air di subak. Di Danau Batur, upacara danu kertih terakhir dilaksanakan tahun 2009 silam.Keharusan dilaksanakannya bakti pakelem pada danau-danau di Bali, diungkapkan pengemong Pura Ulun Danu Desa Pakraman Batur, Dane Jero Gede Batur Alitan, Minggu (14/5). Upacara danu kertih, selain untuk menjaga keberlangsungan sumber mata air, juga untuk menetralisir hama. Sehingga lahan pertanian tidak diserang hama. ‘’Danau ibaratnya bak penampungan air. Inilah sumber yang mengairi subak-subak di Bali selatan maupun utara sehingga perlu mendapatkan perhatian oleh pemerintah,’’ ujarnya.

Lanjut Jero Gede, di Danau Batur, upacara danu kertih sudah telat dilaksanakan sekitar tiga tahun. Upacara tersebut terakhir kalinya dilaksanakan tahun 2009 lalu. Tetapi karena kurangnya koordinasi pemerintah, lembaga PHDI dengan Desa Batur, sehingga pelaksanaan upacara tersebut tidak tersentuh. Karena sudah lama telat, Jero Gede mengaku bakal mengkoordinasikan dengan pihak terkait sehingga bulan September, bakti danu kertih di Danau Batur bisa terlaksana.

‘’Kalau bakti pakelem ini kurang, sumber air di subak-subak juga berkurang. Masyarakat akan kesulitan bercocok tanam. Kalau upacara ini rutin dilaksanakan, walau debit air kecil tetapi bakalan mampu mengairi subak,’’ ulasnya, didampingi sejumlah prajuru setempat.

Dikatakan pula, penyebab lainnya telatnya pelaksanaan upacara danu kertih hampir tiga tahun juga karena terbentur dana. Biaya untuk pembuatan upacara sangat besar. Bakti pakelem itu menggunakan sembilan kerbau. Menurut Jero Gede, PHDI sebagai lembaga umat tertinggi harusnya bertanggungjawab mengkoordinir terlaksananya upacara tersebut. ‘’Banyaknya hama dan menurunnya debit air diduga karena terlambatnya bakti darma kertih,’’ tegas Jero Gede. (122)

BACA  SE Tak Direspons

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>