Jaga Stabilitas Bali, Golkar-PDIP Sebaiknya Berkoalisi dalam Pilgub 2018

By on May 4, 2017
Jaga Stabilitas Bali, Golkar-PDIP Sebaiknya Berkoalisi dalam Pilgub 2018

Padangsambian Kaja, DenPost

Stabilitas politik dan keamanan Bali harus dijaga dengan baik. Apalagi di tahun 2018 akan digelar berbagai even internasional di Bali yang berbarengan dengan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018. Kalau stabilitas politik dan keamanan saat Pilgub 2018 terganggu akan merusak citra pariwisata Bali. “Bali bisa habis,” kata Wakil Bendahara Umum yang juga Koordinator Wilayah (Korwil) Bali DPP Partai Golkar, Wayan Geredeg, mengatakan hal itu saat simakrama dengan Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB), Satria Naradha, di Gedung Bali TV, Jl. Kebo Iwa, Kamis (4/5).Oleh karena itu, kata Geredeg, Pilgub Bali 2018 harus aman, nyaman serta membuat masyarakat Bali tenang dan tersenyum. “Untuk itu, kekuatan partai politik besar di Bali yakni PDI Perjuangan dan Partai Golkar harus berkoalisi, harus bersatu,” papar mantan Bupati Karangasem dua periode ini.

Partai politik besar, baik Partai Golkar maupun PDI Perjuangan, kata dia, jangan menonjolkan ego masing-masing. Untuk kepentingan Bali, menurut Geredeg, sebaiknya PDI Perjuangan dan Partai Golkar bersatu dalam mengusung calon Gubernur/Wakil Gubernur dalam Pilgub Bali 2018 nanti. “Ini saya berbicara untuk kepentingan Bali, bukan untuk kepentingan orang per orang. Kalau PDI Perjuangan dan Partai Golkar bersatu dalam Pilgub 2018 nanti, selesai. Stabilitas akan terjaga. Masyarakat akan tersenyum. Kecuali ada orang yang ingin memperkeruh situasi hanya untuk memperoleh uang,” ujar sosok yang berhasil mengantar Karangasem yang dulunya daerah tertinggal kini menjadi lebih baik ini.

Menurut Geredeg, partai-partai lainnya bisa ikut bergabung. Ia yakin jika PDI Perjuangan dan Partai Golkar bisa bersatu dan berkoalisi, partai-partai lainnya akan ikut. Partai-partai politik lain yang ingin capek-capek melawan koalisi PDI Perjuangan dan Partai Golkar.

BACA  Sejumlah Tokoh Masyarakat Mengwi Dukung Adi Arnawa Jadi Bupati

Soal siapa yang akan diusung, Geredeg mengatakan, bisa berdasarkan survei di masyarakat. Namun, kata dia, yang diusung nantinya tidak harus ketua dewan pimpinan daerah partai politik bersangkutan. “Tidak mesti ketua DPD yang menjadi calon. Ini kan demokrasi. Biarkan masyarakat yang menilai mana yang layak untuk memimpin Bali,” katanya.

Ketika disinggung dari partai mana yang harus menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, Geredeg menyatakan, partai politik harus realistik. Kata dia, pemenang Pemilu adalah PDI Perjuangan. Menurutnya, silahkan kader dari PDI Perjuangan yang menjadi calon Gubernur Bali. Sementara calon wakil gubernurnya dari Partai Golkar.

“Saya realistik saja. Ini untuk menyelamatkan Bali. Pilgub Bali 2018 jangan sampai seperti di daerah lain. Masyarakat saling berhadapan. Kalau ini terjadi di Bali, stabilitas dan keamanan akan terganggu. Otomatis akan berpengaruh kepada even-even internasional yang digelar di Bali. Dan otomatis berdampak pada ekonomi masyarakat,” tandas Geredeg.

Geredeg mengaku sudah membicarakan usulannya tersebut dalam jajaran internal Partai Golkar. Ia juga menyatakan, hingga saat ini rekomendasi dari DPP Partai Golkar soal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Bali 2018 nanti belum turun. (106)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>