Puluhan KUPVA Ilegal di Bali Ditindak

By on April 12, 2017
Puluhan KUPVA Ilegal di Bali Ditindak

Renon, DenPost

Berdasarakan  ketentuan yang  tercantum dalam   PBI No.18/20/PBI/2016 dan SE No.18/42/    Bank Indonesia  mewajibkan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB )   memiliki izin operasional. Untuk hal tersebut, BI memberikan batas waktu hingga  7 April 2017 bagi usaha yang hendak mengurus izin.   Mengingat batas waktu pengajuan izin telah habis, BI bersama pihak kepolisan menindak sekitar 40 KUPVA ilegal  yang tersebar di Bali.“Kami berikan waktu sudah cukup lama terhadap pelaku usaha ini untuk mengurus izin.  Berdasarkan hasil penelusuran, kami termukan sekitar 70 KUPVA ilegal. Nah dari jumlah tersebut, tanggal 10 April 2017 sudah kami tindak  40 usaha karena mereka tidak memiliki izin operasional,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, Rabu (12/4).

Tindakan yang dimaksud yakni memberikan  stiker dengan keterangan  ilegal sehingga masyarakat  maupun wisatawan diharapkan tidak melakukan transaksi di tempat-tempat tersebut. Menurut Causa, penindakan tesebut dilakukan untuk melindungi konsumen dari penipuan, seperti adanya kecurangan saat penukaran uang.  Selain itu juga  mencegah mencegah pemanfaatan KUPVA BB  ilegal untuk pencucian uang, pendanaan terorisme, transaksi narkoba  maupun kejahatan lainnya. Adapun jumlah KUPVA BB berizin di Bali mencapai 689 usaha dengan rincian 142 kantor pusat dan 547 kantor cabang. Tercatat  nilai transaksi  atau jual beli uang kertas asing dan travel cek selama 2016 yakni Rp 31 triliun lebih, atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 29,7 triliun. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Perekaman KBS Amburadul

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>