Tarif Listrik Naik, Masyarakat Nilai PLN Kurang Sosialisasi

By on April 10, 2017
Tarif Listrik Naik, Masyarakat Nilai PLN Kurang Sosialisasi

Renon, DenPost

Pencabutan subsidi bagi pelanggan listrik rumah tangga dengan daya 900 VA kini memasuki  tahap kedua. Pada tahap ini  tarif listrik mencapai Rp 1.003 per kwh yang pada periode pertama hanya Rp 791 per kwh dan periode ketiga  tarifnya akan lebih mahal lagi. Kondisi ini mengundang keluhan dari masyarakat. Terlebih kenaikan tarif tersebut dinilai kurang disosialisasikan oleh PLN.Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali, I Putu Armaya, mengakui banyak keluhan yang masuk terkait kenaikan tarif tersebut. Pasalnya, kenaikan tarif tidak dibarengi dengan sosialisasi  yang tepat kepada masyarakat.  “Masyarakat mengaku  belum tahu bahwa ada kenaikan tarif. Mereka menilai PLN kurang sosialisasi,” ucapnya Senin (10/4). Karenanya Armaya mendesak agar sosialisasi  intens dilakukan, sehingga  apabila ada kenaikan masyarakat tidak kaget.

Tujuan pencabutan subsidi listrik ini menurut Armaya  baik dilakukan  mengingat pemerintah selama ini melihat banyak masyarakat mampu yang masih menerima subsidi. “Namun untuk pencabutan subsidi ini,  kami rasa sebaiknya tidak hanya mengandalkan data dari satu sumber saja, melainkan data yang sudah diterima tersebut harus dicocokkan kembali ke lapangan sehingga  ke depannya tidak ada ketimpangan,”  sarannya.

Terkait keluhan tersebut, Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra, mengatakan, hal itu wajar terjadi. “Namun untuk  sosialisasi kepada masyarakat,  sejauh ini kami sudah berupaya secara maksimal,” katanya. (126)

Komentar

Komentar

BACA  Dua UKM Denpasar Terima HAKI dari Kemenkop dan UKM

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>