RUPST 2017 Bank Mantap, Tetapkan Josephus K. Triprakoso Selaku Dirut

By on April 9, 2017
Foto bersama Direktur Utama Josephus K. Triprakoso (no 2 dari kiri) usai RUPST 2017 di Kuta, Badung.

Kuta, DenPost

PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)  melaksanakan RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) 2017 di Hotel Sheraton, Kuta, Jumat (7/4) lalu. Dalam  rapat tesebut memutuskan dan menetapkan Josephus K. Triprakoso sebagai Direktur Utama menggantikan Nixon L.P. Napitupulu. Juga memutuskan Area Head Bank Mandiri Kebon Sirih Jakarta,  Muhamad Gumilang sebagai Direktur Perseroan.“Bank Mantap telah memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis jangka pendek maupun jangka panjang. Serta mendukung program-program pemerintah terhadap pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri,” kata Corporate Secretary & Legal Bank Mantap, Bambang T. Pramusinto.

Selain  menetapkan pengurus baru  tersebut, kata dia,  dalam RUPST  juga menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan termasuk laporan keuangan perseroan tahun 2016.  Selanjutnya juga mengesahkan  pembayaran deviden sebesar lima persen dari laba bersih 2016 yakni sebesar Rp2,53 miliar. Sedangkan laba ditahan ditetapkan sebesar Rp38,1 miliar untuk memperkuat struktur modal dalam rencana ekspansi bisnis dan Rp10 miliar disisihkan sebagai dana cadangan.

“Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya,” jelasnya.

Dalam RUPST tesebut juga dibahas tentang penambahan  modal disetor oleh pemegang saham. Dimana, pecepatan penambahan modal tesebut direncanakan sebesar Rp 350 miliar. Penambahan modal ini murni untuk  menambah  jaringan kantor  dan juga  memperkuat struktur modal.  “Penambahan ini direncanakan pada triwulan ketiga, namun akan dipercepat dan kami nanti akan berdiskusi dengan para pemegang saham,”  ujar Direktur Utama Bank Mantap,  Josephus K. Triprakos.

BACA  Giriasa Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Badung

Penambahan modal tersebut pelu dilakukan mengingat geliat bisnis di bank tersebut yang tumbuh pesat. Dimana, dengan penambahan modal tersebut pihaknya berencana untuk menambah sekitar 60 kantor baru  yang akan menyasa beberapa kota di Sumatea, Kalimantan, Ambon, Papua dan Jawa. “Hingga saat ini total jaringan bank  yang sudah ada yakni 126 kantor yang tersebar di 22 provinsi,” kata Mantan Direktur Finance and Risk Management Bank Mantap ini.

Optimisme ekspansi ini, kata dia, mengingat kinerja Bank Mantap menunjukkan hasil positif. Kinerja Bank Mantap sepanjang 2016 telah menunjukkan perbaikan signifikan di semua aspek keuangan. Secara keseluruhan Bank Mantap juga berhasil menyelesaikan rencana kerja dengan baik, bukan hanya dari sisi keuangan, namun juga meningkatkan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Optimisme ekspansi ini, kata dia, mengingat kinerja Bank Mantap menunjukkan hasil positif. Kinerja Bank Mantap sepanjang 2016 telah menunjukkan perbaikan signifikan di semua aspek keuangan. Secara keseluruhan Bank Mantap juga berhasil menyelesaikan rencana kerja dengan baik, bukan hanya dari sisi keuangan, namun juga meningkatkan kualitas layanan, penguatan manajemen risiko dan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih pada akhir maret (triwulan I) 2017 tercatat tumbuh 176,50 persen menjadi Rp 31,22 miliar dibandingkan Rp 11,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laju kenaikan laba bersih tersebut  juga ditopang pertumbuhan kredit yang mencapai Rp 6,18 triliun pada akhir maret tahun 2017  atau tumbuh 202,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya  Rp 2,04 triliun.

Dilihat dari dana pihak ketiga (DPK),hingga akhir Maret mencapai Rp 6,99 triliun.  Nilai tersebut mengalami peningkatan 176,9 persen dari periode yang sama tahun lalu. “Dengan meningkatnya  total DPK, itu menunjukkan bahwa  kepercayaan masyarakat akan keberadaan kami juga semakin   meningkat,”  katanya.

BACA  Di Badung, 76 Koperasi Tak Aktif

Sementara itu, dilihat dari jumlah kredit  yang disalurkan  ke sektor produktif pada akhir Maret  tercatat sebesar Rp 4,47 triliun atau tumbuh  346,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Dilihat dari segmentasi kredit, pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen pensiunan dan mikro yang masing-masing tumbuh 778,47 persen dan 53,16 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Sedangkan untuk rasio NPL (Non Peforming Loan/Kredit Bermasalah hanya diangka 0,43 persen,” tambahnya semabari menagatakan pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga mendorong peningkatan aset sebesar 167,91 persen  dari Rp 3,28 triliun menjadi Rp 8,79 tiliun  pada akhir Maret 2017.

Untuk diketahui, susunan pengurus peseroan sebagai Komisaris Utama yakni Abdul Rachman. Selanjutnya Agus Haryanto dan Edhi Chrystanto sebagai Komisaris serta Sukoriyanto Saputro selaku Komisaris Independen.  Sedangkan jajaran  Direksi yakni Josephus Koernianto Triprakoso selaku Dirut, Paulus Endra Suyatna selaku Direktur Procurement, Pension & Wealth Management, Nurkholis Wahyudi selaku Direktur Business, Ida Ayu Kade Karuni selaku Direktur Compliance & HC  dan Muhamad Gumilang  Direktur Finance & Risk Management.   (a/126)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>