RUU Pemajuan Kebudayaan harus Segera Disahkan

By on March 26, 2017
Wayan Koster

Renon, DenPost

PDI Perjuangan secara mendorong adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemajuan Kebudayaan. Anggota Komisi X yang juga Ketua DPD I PDIP Bali, Wayan Koster, mengatakan adanya RUU tentang Pemajuan Budaya merupakan inisiatif dan dirancang Komisi X DPR RI yang bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. Dengan adanya RUU tersebut nantinya akan muncul strategi terhadap kebudayaan asli Indonesia. “RUU ini dirancang oleh Komisi X dan ini inisiatif dewan. Sehingga nanti akan mengerucut pada strategi kebudayaan. Ini juga sesuai dengan Tri sakti Bung Karno yaitu berkepribadian dalam Budaya,” kata Koster saat membuka Diskusi Publik.Hal ini tampak pada acara Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh DPD PDIP Bali, Minggu (26/3) kemarin, di Sekretariat DPD PDIP Bali Renon.

Koster mengatakan, RUU tersebut sudah berproses sejak tahun lalu dengan melakukan pembahasan bersama pakar, narasumber, serta para akademisi. Sehingga pada tahun ini, dari hasil proses itu telah ditemukan format dalam strategi pemajuan kebudayaan. Selama ini sudah lebih dulu ada di Indonesia yakni UU Cagar Alam, UU Bahasa /Lambang Negara/Bendera, serta UU Perfilman.

Ia berharap, RUU tersebut bisa disahkan oleh Pemerintah pada April 2017 ini. “Kami mendorong Bulan April ini selesai. Karena saya akan membangun visi misi budaya dengan regulasi yang ada, kalau ini sudah jadi UU,” katanya.

Koster menilai, komitmen Pemerintah Daerah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam bidang kebudayaan terbilang masih kurang dan kecil, termasuk di Bali. Hal ini bisa dilihat dari alokasi anggaran yang digelontorkan Pemerintah Daerah. “Kalau mengamati komitmen budaya di daerah itu tipis sekali termasuk Bali dan kabupaten/kotanya.  Mohon maaf, itu bisa dilihat dari anggaran APBD-nya. Silahkan dilihat di Dinas Kebudayaan, saya sudah cek di provinsi dan kabupaten/kota. Kalau anggaran dan politik legislasinya tak mendukung, itu sama saja omong kosong. Jangan pernah serius ngomong budaya kalau kita tidak punya komitmen,” paparnya.

BACA  Awali “Dina Mabasa Bali”

Ia menyatakan, ada beberapa upaya dalam meningkatkan dan pemajuan kebudayaan. Diantaranya yakni Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan. Dengan adanya upaya-upaya tersebut maka secara otomatis apabila RUU disahkan hal itu akan menjadi kebijakan pemerintah yang harus dipatuhi oleh semua pihak khususnya pemerintah daerah. “Begitu ini diundang-undangkan, maka ini akan menjadi kebijakan baik dalam segi politik anggaran dan politik legislasi,” jelasnya.

Sementara mantan Rektor Universitas Udayana Prof. Made Bakta, dirinya mengatakan bahwa kebudayaan yang dibahas dalam RUU harus dapat mempererat kebhinekaan dan keutuhan bangsa, serta menghindari dominasi budaya mayoritas dan minoritas. Khusus untuk Bali, rohnya adalah budaya Bali yang bersumber dari agama Hindu.

“Undang-undang kebudayaan ini harus menjaga kearifan lokal. Tidak ada usaha untuk penyeragaman kebudayaan karena hal itu akan menyebabkan degradasi,” ujarnya. 106)

Komentar

Komentar

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>