Over Produksi, Harga Telur Anjlok

By on March 16, 2017
AYAM PETELUR - Peternak ayam petelur di Desa Tiga, Susut, Bangli. Peternak terpaksa mengosongkan kandang karena telur tidak laku terjual.

Bangli, DenPost

Peternak ayam petelur meradang menyusul anjloknya harga telur sejak dua bulan terakhir. Merosotnya harga telur dipicu over produksi. Akibat telur tidak laku terjual, sejumlah peternak di Desa Tiga, Susut memilih mengosongkan kandangnya.Peternak ayam petelur, Kadek Budiartawan, Kamis (16/3) mengatakan, sebelum terjadi over produksi, peternak biasanya mengirim telur hingga satu truk per hari. Pasarnya di wilayah NTT, NTB serta sebagian wilayah luar Jawa lainnya. Namun, karena muncul usaha peternakan skala besar di beberapa wilayah, terjadi over produksi. Bahkan mereka mulai menyasar pasar NTB dan NTT yang selama ini dikuasai peternak Bali. ‘’Inilah salah satu penyebab merosotnya harga telur di pasaran,’’ kata mantan Perbekel Desa Tiga, Susut itu.

Beberapa peternak juga mulai mengosongkan kandangnya lantaran biaya pemeliharaan sangat tinggi. ‘’Harga pakan tetap tinggi. Karena telur tidak terjual, banyak peternak yang mulai mengosongkan kandang,’’ imbuhnya. Dengan harga pakan Rp 5.500 per kilogram, idealnya harga telur berkisar Rp 1.100 hingga Rp 1.150 per butir. Tetapi sekarang harganya hanya menyentuh Rp 900. Sementara untuk bisa menutupi biaya harganya harus Rp 950 per butir. (122)

Komentar

Komentar

BACA  Lumpuhkan Keong Dengan Air Garam

About Surya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>