Jangan Pungut Uang Parkir Lebihi Ketentuan

By on March 4, 2017

Cegah Pungli, Jukir Diancam Pecat

 

Kuta, DenPost
Ratusan juru parkir (jukir) di Kuta dikumpulkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kuta, Jumat (3/3). Mereka diberi pembinaan agar tidak melakukan pungutan liar (pungli) atau menyimpang dari aturan yang ada. Apalagi belakangan beberapa kali ada jukir di Bali yang diringkus Tim Saber Pungli.

Ketua LPM Kuta, I Gusti Agung Made Agung, dalam pengarahannya mengingatkan para jukir jangan sampai memungut uang parkir melebihi ketentuan. Termasuk adanya jukir yang merangkap sebagai tukang ojek, yang dia klaim sudah dicatat identitasnya. “Kalau sampai ada yang nakal memungut lebih, akan langsung kami pecat. Jika ada jukir liar, saya sikat,” ancamnya.

Agung mengingatkan para jukir yang terdaftar di LPM Kuta agar senantiasa menjaga penampilan. Misalnya mengenakan seragam dan bersepatu. Jukir juga mesti melarang siapapun parkir di atas trotoar, karena itu secara aturan jelas-jelas dilarang. Demi kenyamanan bersama, para jukir diminta tidak seenaknya duduk-duduk di atas motor dan minta uang parkir ketika ada pemgendara mau keluar. Harus jaga penampilan. Tukang parkir jangan sampai merangkap tukang ojek,” tegasnya.

Kendati menebar ancaman sanksi keras, Agung menyebut tidak akan sekenanya bertindak. Tahap pembinaan tetap akan ditempuh sebagai awal, dan sanksi pemecatan turun ketika dinilai jukir tidak bisa dibina. Dia wanti-wanti tidak mau nama LPM Kuta ternoda gara-gara ada jukir tertangkap Tim Saber Pungli. “Tolong jaga nama LPM, bekerjalah sesuai aturan. Jangan memungut lebih dari ketentuan, karena Saber Pungli memantau kita,” pesannya.

Terkait adanya pemilik lahan yang minta LPM mengelola parkir di areal lahannya, Agung mengaku sudah membuat nota kesepahaman terkait hal tersebut agar tidak menympang. Hal ini bisa dilakukan, sebutnya, mengingat keterbatasan lahan parkir di Kuta. “Karenanya kami melakukan pembinaan seperti ini dengan menghadirkan pihak Dishub dan kepolisian. Para jukir ini supaya paham dan tidak sampai melakukan pungli, serta bisa meningjatkan pelayanan kepada masyarakat. Nanti kami juga akan sidak bersama unsur terkait,” paparnya.

BACA  Tiada Pegawai, Pelayanan Disdukcapil Dikritik Warga

Plt. Kadishub Badung, Wayan Weda Dharmaja, dalam kesempatan tersebut memaparkan, ada indikator yang harus dilakukan jukir, termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan kuta. Dia mengakui kendalanya adalah lahan parkir masih kurang. Di sisi lain volume kendaraan tidak mampu ditampung oleh lahan yang tersedia.

Justru karena itulah, menurutnya, jukir sangat diharap perannya dalam membantu mengatur perparkiran di Kuta. Senada dengan Ketua LPM Kuta, Weda Darmaja juga mengingatkan jangan sampai ada jukir yang terkena OTT Saber Pungli. “Kalau dikasi lebih untuk sekadar beli Aqua tidak masalah. Tapi kalau memaksa supaya dibayar lebih, itu pelanggaran,” urainya.

Terkait kesadaran masyarakat memanfaatkan parkir yang benar, dalam pandangan Weda masih kurang. Makanya kesadaran soal itu perlu ditingkatkan. Untuk itu, dia bersama aparat kepolisian akan melakukan penegakan hukum dalam menciptakan parkir yang baik di kawasan Kuta.

Dalam pengarahan ini juga dilakukan sesi tanya-jawab terkait kendala di lapangan yang dihadapi jukir. Selain itu jukir juga diingatkan agar menjaga kawasan drop zone taksi jangan sampai dipakai untuk parkir. Dalam sedi diskusi, ada jukir yang mendapat teguran karena mengenakan celana tidak sesuai ketentuan, pun hanya memakai sandal jepit. (113)

Komentar

Komentar

About denpost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>